2 Februari 2023 - 13:13 WIB | Dibaca : 1,747 kali

Disperkimtan Gelar Sosialisasi Pengadaan Tanah Masyarakat Terdampak Pembangunan Sutet

Laporan : Maulana
Editor : Noviani Dwi Putri

SWARAID, BANYUASIN: Empat Desa dari dua Kecamatan, yakni Kec. Betung dan Kec. Rantau Bayur mengikuti kegiatan sosialisasi pengadaan tanah untuk pembangunan Sutet 275 kV PLTU wilayah Sumsel 1 oleh PT. PLN bersama DISPERKIMTAN Banyuasin, di aula Kantor Camat Betung.

Hadir dalam kegiatan, Ka. DPUPR, Ka. DPM-PTSP, Ka. Disbunnak, Ka. DTPH, Ka. DLH, Ka. Bapenda, Ka. BPN, Kabag. Tapem & Kerjasama, Kabag. Adpem, Kabag. Hukum Camat Rantau Bayur, Camat Betung dan Kades.

Kepala DISPERKIMTAN Kab. Banyuasin, H. Rian melalui Kabid. Pertanahan, Herman mengatakan, kegiatan ini untuk menindaklanjuti surat General PT. PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumsel no. 0164/TRS.01.02/F39000000/2023 tentang permohonan penetapan lokasi pembangunan saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) 275 kV Sumsel-1 Betung.

“Hari ini kita lakukan tahapan pengadaan tanah untuk fasilitas umum, yakni sosialisasi sebagaimana UU no.2 tahun 2012. Yang pertama rencana pengadaan tanah yang dilaksanakan oleh PT. PLN, yang kedua kesiapan yang dilakukan oleh pemda, yang ketiga tahap pelaksanaan akan dilakukan oleh BPN, dan keempat penyerahan hasil,” kata Herman, Rabu (1/2/23).

Baca Juga :  Dirjen Dukcapil Kemendagri Apresiasi Kinerja Dukcapil Banyuasin

“Setelah ini kita akan lanjutkan dengan pendataan awal, kemudian akan dilakukan konsultasi publik, seterusnya penetapan lokasi. Tugas Pemkab Banyuasin menghantarkan kegiatan ini hanya sebatas penetapan lokasi,” sambungnya.

Herman menuturkan, bahwa klasifikasi pengadaan tanah tersebut masih dalam skala yang kecil. Ia menjelaskan, lahan yang akan dipergunakan untuk pembangunan SUTET tidak lebih dari 5 hektar luasannya. Untuk itu, tahapan penetapan lokasi sangat penting dilakukan.

“Untuk pembebasan lahan yang dilakukan secara B2B alhamdulillah tidak ada kendala bahkan saat ini sedang dalam pengerjaan, khusus untuk PTPN 7 hari ini kita memastikan dengan pihak terkait agar segera dilakukan penetapan lokasi dan alhamdulilah PTPN 7 mendukung percepatan ini,” tuturnya.

Sementara, Asstmen Perizinan PT. PLN (Persero), Mustadirin mengungkapkan, bahwa percepatan pembangunan ini bertujuan untuk meningkatkan kehandalan dalam jaringan kelistrikan, karena sekarang telah menggunakan sistem inter koneksi antar GI (Gardu Induk).

“Saat ini GI kita ada di Betung, kemudian akan dibackup lagi dengan penambahan kapasitas dari PLTU Muara Enim. Untuk pengerjaan kita serahkan ke pihak ketiga yaitu PT. SGLPI dan ditargetkan pembangunan akan selesai di tahun 2023 ini,” jelas Mustadirin.

Baca Juga :  Camat Banyuasin III Hijrah, Para Kades: Penggantinya Harus Berkualitas Sama

Dari pada itu, Camat Betung, M. Sobir sangat mengapresiasi atas dukungan yang telah diberikan oleh masyarakat dari ke- 4 desa di 2 kecamatan yang lahannya terkena proyek strategis nasional tersebut.

Dirinya berharap dengan adanya sosialisasi ini, masyarakat dapat lebih memahami peran serta untuk mewujudkan program daerah menjadi lumbung energi nasional.

“Alhamdulillah untuk ganti rugi lahan sebelumnya untuk Desa Muara Abab, Desa Paldas, Taja Indah, Desa Suka Mulya sudah dilakukan secara B2B, namun untuk lahan yang berada di PTPN 7 Tebenan, pihak PTPN 7 ingin difasilitasi oleh pemerintah daerah guna menentukan penetapan lokasi lahan, jadi hari ini kita adakan sosialisasi, insyaallah nanti kita juga akan adakan uji publik. Kami berharap percepatan pembangunan Sutet ini agar cepat selesai di tahun ini,” pungkas Sobir.

Komentar