14 Januari 2022 - 13:05 WIB | Dibaca : 881 kali

Cuaca Ekstrem, Petani Durian di Lematang Ilir Terancam Gagal Panen

Laporan : Agustina
Editor : Noviani Dwi Putri

SWARAID, PALEMBANG: Cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini membuat kebun durian di Kabupaten Muara Enim, Sumsel terancam gagal panen.

Diperkirakan musim panen durian akan berlangsung pada akhir tahun 2021 sampai dengan awal tahun 2022.

Namun, Para petani durian tahun ini harus menelan kenyataan yang pahit karena mengalami gagal panen dan kerugian.

Tingginya curah hujan sehingga menjadi faktor utama gagal panen durian yang mengakibatkan bunga dan buah muda durian rontok berjatuhan.

Akibatnya, banyak petani duren yang mengalami kerugian karena terancam gagal panen untuk sekian kalinya.

Mengingat pada tahun 2020 lalu, petani durian juga mengalami gagal panen diakibatkan cuaca yang tidak menentu.

Menurut salah satu petani durian di Desa Suka Manis, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, Sumatera Selatan, Rebiansyah (25) mengatakan untuk tahun ini termasuk gagal panen karena pohon durian hanya berbuah 2 sampai 3 pohon saja.

“Gagal ya untuk tahun ini sama kayak tahun kemarin, cuma ini termasuk parah karena pohon durian kami hanya berbuah 2 sampai 3 pohon saja, selebihnya gagal,” ujarnya saat dihubungi SWARAID melalui Whatsapp, Jumat (14/1/22).

Baca Juga :  Hujan Deras Disertai Angin, Sejumlah Titik di Kota Palembang Banjir !

Rebi sendiri memiliki tanah 1 hektar dan 23 batang pohon durian. Akan tetapi sebanyak 20 batang pohon durian mengalami gagal panen dan tidak berbuah sama sekali.

Sementara itu, ia juga menjelaskan untuk buah durian tahun ini bagus dari segi dagingnya dan kulitnya walaupun buahnya sedikit.

“Alhamdulilahnya pohon durian yang berbuah itu dagingnya bagus dan masih dapat dijual,” tambahnya.

Ia juga mengatakan, kalau harga durian sendiri itu berfariasi sesuai dengan kualitas duriannya tersebut.

“Harganya sesuai kualitas duriannya, dimulai dari harga Rp 15.000 sampai Rp 35.000,” katanya.

Lebih Lanjut, Rebi juga mengatakan mengenai keuntungan dan kerugian saat mengalami gagal panen hanya terasa dalam menerima pendapatan saja.

“Kalau kerugian itu pasti adanya, namun tidak terlalu terasa karena kan kebun sendiri dan dijual itu untuk pelanggan yang ingin membeli saja jadi gak terlalu terasa, namun keuntungannya saja yang menurun,” tegasnya.

Komentar