15 Agustus 2022 - 02:15 WIB | Dibaca : 752 kali

Asbes Karsinogenik Terkandung Dalam Bedak Bayi Johnson, Apa Bahayanya?

Laporan : Tim Swara
Editor : Noviani Dwi Putri

J&J sebelumnya menerima 38 ribu tuntutan hukum dari konsumen dan penyintas kanker, yang mengklaim produk mereka memicu kanker lantaran adanya kontaminasi asbes dan karsinogen

SWARAID, JAKARTA: Perusahaan Johnson & Johnson mengumumkan pemberhentian penjual produk bedak bayi yang mereka produksi khusus produk berbahan dasar talc secara global per 2023.

Sebelumnya, telah lebih dari dua tahun, produk bedak milik perusahaan ini telah ditarik peredarannya di Amerika Serikat terkait kekhawatiran keamanan produk.

Minat terhadap produk ini lantas menurun, dan pada 2020, pihak J&J mengumumkan akan menjual produk bedak bayi mereka di AS dan Kanada.

“Sebagai bagian dari penilaian portofolio di seluruh dunia, kami telah membuat keputusan komersial untuk beralih ke portofolio bedak bayi berbasis cornstarch,” katanya, seraya menambahkan bahwa bedak bayi berbasis cornstarch (tepung jagung) sudah dijual di negara-negara di seluruh dunia dan dinyatakan aman.

J&J sebelumnya menerima 38 ribu tuntutan hukum dari konsumen dan penyintas kanker, yang mengklaim produk mereka memicu kanker lantaran adanya kontaminasi asbes dan karsinogen.

Namun, J&J membantah klaim tersebut dengan menunjukkan uji ilmiah produk bayi mereka selama beberapa dekade dinyatakan aman.

Baca Juga :  Pilkades, Ketua DPC REPDEM Banyuasin : Prioritaskan Program Khusus Kesehatan!

Produsen mengulangi pernyataan serupa di hari Kamis (11/8/22) saat mengumumkan diberhentikannya produksi bedak bayi J&J.

Penyelidikan Reuters 2018 menemukan bahwa J&J mengetahui selama beberapa dekade bahwa asbes karsinogen, ada dalam produk bedaknya.

Catatan internal perusahaan, kesaksian persidangan, dan bukti lain menunjukkan bahwa setidaknya dari tahun 1971 hingga awal 2000-an, bedak mentah dan bubuk jadi J&J terkadang diuji positif mengandung sejumlah kecil asbes.

Menanggapi bukti kontaminasi asbes yang disajikan dalam laporan media, di ruang sidang dan di Capitol Hill, J&J telah berulang kali mengatakan produk bedaknya aman dan tidak menyebabkan kanker. Dijual sejak 1894, Johnson’s Baby Powder disebut menjadi simbol citra ramah keluarga perusahaan.

Apa Itu Asbes Karsinogenik

Melansir American Cancer Society, asbes adalah sekelompok mineral yang terjadi secara alami sebagai bundel serat.

Serat ini ditemukan di tanah dan bebatuan di banyak bagian di dunia. Sebagian besar asbes terbuat dari silikon dan oksigen, tapi juga mengangdung unsur-unsur lain.

Terdapat dua jenis utama yang telah dikaitkan dengan penyakit kanker, sebagai berikut:

  1. Asbes chrysotile Asbes chrysotile atau asbes putih adalah jenis asbes yang paling umum di dunia industri. Menggunakan miskroskop, serat asbes chysotile membungkus dirinya sendiri dalam spiral, inilah sebabnya bentuk asbes ini disebut serpentin atau asbes keriting.
  2. Asbes amphibole Serat asbes amphibole lurus seperti jarum. Beberapa jenis serat amfibol seperti amosite (asbes coklat), crocidolite (asbes biru), tremolite, actionolite, dan anthophyllite.
Baca Juga :  Penghapusan Kelas BPJS Kesehatan Akan Berlaku di Tahun 2022, Iurannya Bagaimana?

Asbes Penyebab Kanker

Orang dapat terpapar asbes dengan cara menghirup serat asbes di udara, maupun menelan serat asbes saat mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Adapun paparan aspes terbukti daapat meningkatkan risiko beberapa jenis kanker, yang terbukti dari penelitian manusia dan hewan laboratorium.

Saat serat asbes di udara terhirup, zat ini dapat menempel pada lendir di tenggorokan, trakea, atau bronkus, dan mungkin dibersihkan dengan batuk atau tertelan.

Beberapa serat mampu mencapai ujung saluran udara kecil di paru-paru atau menembus ke lapisan luar paru-paru dan dinding dada.

Serat ini dapat mengiritasi sel-sel di paru-paru atau pleura, akhirnya menyebabkan kanker paru-paru atau mesothelioma.

Mesothelioma adalah bentuk kanker cukup langka yang paling sering menyerang lapisan tipis organ di dada (pleura) dan perut (peritoneum).

Mesothelioma terkait erat dengan paparan asbes. Semua bentuk asbes telah dikaitkan dengan mesothelioma, meskipun asbes amphibole nampaknya menyebabkan kanker ini pada tingkat paparan yang lebih rendah dibandingkan asbes chrysotile.

Meski begitu, studi menemukan bahwa asbes juga bisa menyebabkan kanker laring, kanker faring, kanker perut, kanker usus besar, kanker rekturm, dan kanker ovarium.

Baca Juga :  Vaksinasi Covid-19 di Kota Palembang Mencapai 24 persen

Selain kanker, asbes bisa menyebabkan penyakit paru-paru yang disebut asbestosis, dengan gejala utama batuk dan sesak napas.

Saat seseorang menghirup asbes tingkat tinggi dari waktu ke waktu, beberapa seratnya masuk jauh di dalam paru-paru. Iritasi yang disebabkan oleh serat tersebut akhirnya dapat menyebabkan jaringan parut (fibrosis) di paru-paru, yang dapat membuat kesulitan bernapas.

Komentar