Selasa, 12 April 2022 10:18 WIB

Aliansi BEM Nusantara dan OKP Cipayung GMNI, PMII, IPNU Gelar Aksi di depan Gedung DPRD Sumsel

Oleh : | Editor : Egi Saputra
Dibaca :417 kali | Durasi baca : 2 Menit

SWARAID, PALEMBANG : Ribuan Masa aksi dari Aliansi BEM Nusantara turun kejalan menggelar aksi damai Di Depan Gedung DPRD pada 11 April 2022 Aliansi BEM Nusantara terkait dengan sebagian harga bahan pokok yang melambung, kenaikan harga BBM, kenaikan tarif PPN.

Aksi unjuk rasa yang dikomandoi Muhammad Gozy Ladriansyah selaku Ketua Senat Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang selaku koordinator aksi serta Koordinator Lapangan Nico Hutabarat dari GMNI Sumsel.

Kemudian Reja Anggara selaku Koordinator Daerah Aliansi BEM Nusantara Indonesia Sumatera Selatan membacakan 6 Tuntutan yang terdiri dari beberapa aspek seperti kenaikan harga bahan pokok, BBM, dan PPN.

“Kami Mendesak DPRD Sumatera Selatan untuk segera melakukan upaya stabilisasi harga bahan pokok, harga BBM dan tarif PPN bersama stake holder di Sumatera Selatan agar terciptanya Pemulihan Ekonomi Nasional,” ungkapnya.

Selanjutnya BEM NUS juga meminta DPRD provinsi Sumsel untuk membuat tembusan ke DPR-RI terkait dengan tuntutan mereka.

“Selain itu kami meminta DPRD Sumatera Selatan bersikap transparan dalam memberikan informasi terkait progres dari realisasi point tuntutan Mahasiswa,”singkatnya

Baca Juga :  Sayangkan Sikap Mahasiswa dan Aktivis, RDP : Stoplah Bermain dengan Polemik!

Sementara itu Samuel Rio dari GMNI Sumsel juga menambahkan, Aksi berjalan dengan lancar poin tuntutan di terima oleh ibu Anita selaku ketua DPRD, akan tetapi kami dari GMNI bersama aliansi akan tetap melakukan follow up terkait 3 poin tuntutan yang terdiri atas :

  1. Kami meminta kestabilan harga pangan sebab berdasarkan data phips Harga rata rata komoditas lebih tinggi dibandingkan dengan ketetapan Harga rata rata yang diberikan pemerintah. Sehingga kestabilan tidak tercapai
  2. Kami menolak Naiknya harga BBM. Dengan kebijakan naiknya pertamax tidak menutup kemungkinan naiknya juga harga pertalite karena bergesernya volume permintaan.
  3. Menunda kenaikan ppn 11% ditakutkan menggerus daya beli utama masyarakat menengah kebawah.

“Kekecewaan tak terbendung atas tindakan represif pihak aparat serta letupan yang dibuat oleh provokator sehingga berujung pada membubar paksa para mahasiswa.” Ujar Samuel.

Dilain pihak RA. Anita Noeringhati Ketua DPRD Sumsel berpendapat bahwa tuntutan mahasiswa yang meminta stabilitas harga pangan telah diajukan ke pemerintah pusat.

“Dengan demikian seluruh tuntutan dari Aliansi BEM Nusantara dan Cipayung Sumsel telah disetujui dan sudah dibubuhi cap dan tanda tangan basah langsung dari ketua DPRD Sumsel,”terangnya

Baca Juga :  Mawardi : Kalau Petahana Kalah Artinya Dia Tidak Bisa Membangun Ogan ilir

Berikut adalah isi enam tuntutan dari aliansi BEM Nusantara.

  1. Menolak Kenaikan Harga Bahan Pokok
  2. Menolak Kenaikan Harga BBM
  3. Menolak Kenaikkan Tarif PPN
  4. Mendesak DPRD Sumatera Selatan untuk segera melakukan upaya stabilisasi harga bahan pokok, harga BBM dan tarif PPN bersama stake holder di Sumatera Selatan agar terciptanya Pemulihan Ekonomi Nasional.
  5. Mendesak DPRD Sumatera Selatan untuk melakukan tembusan ke DPR RI terkait tuntutan tersebut
  6. Meminta DPRD Sumatera Selatan bersikap transparan dalam memberikan informasi terkait progres dari realisasi point tuntutan Mahasiswa.

Dapatkan update berita setiap hari dari SWARA.ID.
Mari gabung di sosmed SWARAID OFFICIAL untuk informasi terkini lainnya: https://linktr.ee/swaraidofficial dan Grup Telegram SWARAID OFFICIAL, caranya klik link https://t.me/swaraidofficial, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Komentar

Berita Lainya