SWARAID – PALEMBANG, (28/10/20) : Penjual sapu lidi keliling mungkin sudah tak asing lagi ditelinga kita, ini merupakan sebuah pekerjaan yang sudah lama ada, seiring berkembangnya zaman, sudah sangat jarang kita temui di kota Palembang.
Nenek Suriyah (75) salah satu penjual sapu lidi keliling yang ditemui oleh SWARAID, mungkin yang masih tersisa di kota Palembang, dia sedang duduk dipinggiran jalan Kapten A. Rivai, Ilir Timur I, Kota Palembang atau lebih tepatnya disebelah kantor Gubernur.
Nenek Suriyah sudah berjualan selama puluhan tahun dengan berjalan kaki ke berbagai tempat di kota Palembang, penghasilannya pun tak menentu sehari, terkadang 75 ribu sampe 100 ribu dihari biasanya tapi sekarang dimusim serba susah, hasilnya pun jadi tak menentu.
“Nenek lah puluhan tahun jualan ini, dak inget lagi men masalah berapo tahun tu, dari jaman sapu lidi ini masih 4 ikok seribu nenek jualan sampe 5 ribu sikok sekarang,” cakapnya.
“Hasel jualan ini biasonyo 75 ribu sampe 100 ribu sehari, tapi dang susah ni dak nentu lah berapo.” Lanjutnya.
Nenek Suriyah memiliki 2 orang anak laki-laki yang bekerja sebagai pengayuh becak dan dari anak tersebut memiliki 7 orang cucu, anak pertama memiliki 5 orang anak, dan anak kedua memilki 2 orang anak.
“Anak aku duo-duo nyo masih ngebecak untuk ngidupi anaknyo, aku dak galak nyusahi mereka, untuk kebutuhan anak-anak mereka bae kadang masih kurang, biar lah aku nyari duit dewek untuk makan aku, yo dengan berjualan ini lah.” Tutupnya.
Perlu diketahui, suami nenek sudah lama meninggal dunia, tahun 2010 ia sudah berpisah dengan pujaan hatinya.









Komentar