SWARAID, PALEMBANG: Pembatalan pernikahan yang dilakukan oleh pihak pria pada H-1 akad nikah viral di media sosial, Jumat, 23/12/22.
Hal ini pun dibenarkan oleh pihak calon mempelai pria yang merupakan warga Ramakasih 2 RT 16 Gang Adil Duku, Kecamatan Ilir Timur 3, Palembang.
Eli selaku ibunda mempelai pria, Anjas mengatakan, bahwa pernikahan tersebut batal H-1 ijab kabul dan benar yang membatalkan pernikahan adalah pihaknya.
Menurutnya, pembatalan tersebut dikarenakan pihak wanita menunjukkan prilaku tidak sopan kepada orang tua mempelai pria pada saat meminta uang tambahan sebesar Rp7,7 juta.
“Sebelum pembatalan pernikahan itu kan, pihak dari wanita ingin bicara dengan kami di kamar pengantin mengenai biaya tambahan sekitar Rp7.700.000, nah itu sudah dibicarakan tapi masih kurang Rp700 ribu dan itu sudah ditransfer oleh ayuknya Anjas langsung ke mempelai wanita, ” Ujarnya saat diwawancarai.
Ia juga menjelaskan, sebelum terpenuhi keinginan pihak wanita yang meminta uang tambahan tersebut, pengantin wanita telah berkata kasar di depan ibu Anjas sambil tunjuk-tunjuk ke arahnya.
“Mempelai wanita waktu itu marah karena kurang 700 ribu, lalu menujuk-nunjuk saya sebagai ibu dari Anjas, mungkin melihat ibunya dibentak-bentak Anjas memutuskan untuk tidak melanjutkan pernikahan dengan Dona,” jelasnya.
Sementara itu, saat diwawancarai tim Swara.id di rumah mempelai laki-laki, Anjas mengaku lebih tenang dengan keputusannya.
Ia juga merasa bahwa selama bersama dengan mempelai wanita dirinya selalu diam dan merenung.
“Yang saya rasakan sekarang lebih lega sih daripada sebelumnya, Teman-teman di tempat saya kerja pun banyak yang bilang kalau saya kemarin selalu diam dan merenung gitu pas masih dengan wanita ini,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Anjas menceritakan sebelum menjelang akad dirinya sempat bermimpi tak lazim saat sedang berkerja dan berada di mobil.
“Waktu itu saya lagi kerja dan sedang berada di mobil. Saya tertidur lalu bermimpi di mulut saya ada segumpal rambut kemudian saya tarik rambut dimulut saya dan anehnya seluruh isi di perut saya itu ikut keluar saat saya menarik – menarik rambutnya, dan tidak mengetahui arti dari mimpi tersebut.” Ujarnya.
Senanda dengan itu, pihak keluarga dari mempelai laki-laki, bibi Anjas mengaku bahwa saat masih bersama dengan wanita tersebut Anjas tidak bisa membatah ataupun berbicara tegas dan selalu diam serta merenung.
Namun, Anjas dan keluarga lebih ikhlas menerima keputusan yang diambil Anjas. Dan tidak berhubungan lagi dengan wanita tersebut.









Komentar