SwaraID – Palembang, (28/09/20) : Selesai pelaksanaan Rapat Paripurna bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumsel di Kantor DRPD, Gubernur Sumsel H. Herman Deru bertolak ke kantornya.
Saat hendak menuju mobil dengan dikawal ketat para penjaga dan diiringi Sekda Sumsel H. Nasrun Umar, Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru masih menyempatkan menjawab para wartawan yang ramai bertanya doorstop menghalanginya.
Di tengah kerumunan tersebut, seorang mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) bernama Bagas Pratama mengenakan jaket almamaternya menerobos kawalan orang nomor satu di Sumsel itu. Awalnya ia mendekat membawa berkas yang ternyata itu merupakan modul kajian konflik agraria di Indonesia.
Saat Gubernur selesai menjawab pertanyaan para wartawan, Bagas kemudian mengacungkan tangan dan agak mendekat ke Gubernur dengan diawasi ketat para pengawal Gubernur yang berjaga-jaga.
Saat direspon Gubernur HD, Bagas lalu mengaku dirinya merupakan pengurus BEM Unsri yang juga sedang membantu penyelesaian konflik PTPN VII Cinta Manis dengan warga Desa Betung, Kecamatan Lubuk Keliat, Ogan Ilir. Bagas menanyakan bagaimana kabar penyelesaian konflik menahun itu kepada Gubernur HD.
HD kemudian menjawab singkat, “Kan sudah selesai kemarin, sudah ada kesepakatan plasma, sudah kita pertemukan,” ujarnya. Bagas langsung membantah dan mengatakan bahwa konfliknya belum selesai dan belum mencapai kesepakatan penuh.
Tanpa berlama-lama, setelah mengatakan bahwa konflik tersebut belum usai sepenuhnya, Bagas menyerahkan modul kajian konflik agraria di Indonesia kepada HD. Adapun modul kajian konflik agraria tersebut disusun oleh pengurus BEM Unsri bidang Politik dan Propaganda.
Sembari menyerahkan modul tersebut, Bagas mengatakan kepada HD bahwa konflik agraria di Indonesia terkhusus di Sumsel masih banyak yang belum selesai.
“Ini kajian dari kami pak mohon diterima, bahwa saat ini masih banyak konflik agraria di Sumsel yang belum selesai dan membutuhkan perhatian Pemprov,” ujar Bagas yang dijawab terimakasih oleh HD.
Selesai menyerahkan modul, Bagas meninggalkan kerumunan, HD pun langsung masuk mobil diiringi H. Nasrun Umar.















Komentar