SWARAID – MUSI BANYUASIN, (30/07/20) : Serikat Tani Nasional Sumatera Selatan Mengelar Pendidikan Organisasi Tani kepada anggota anggota STN di kabupaten Musi Banyausin.
Pendidikan di lakukan dilakukan di Desa Supat kecamatan Babat Supat kabupaten Musi Banyuasin.
Ahmad Dahlan Ketua Panitia Pendidikan sekaligus ketua Komite Pimpinan Desa Serikat Tani Nasional Desa Supat mengatakan. Pendidikan ini berlangsung selama 2 hari dan di ikuti anggota anggota STN dari KPD/L STN se kab Musi Banyuasin.
Menurut Ahmad Dahlan di harapkan pendidikan Ini mampu memberikan kontribusi positif bagi Petani di Musi Banyuasin.
Dalam Pendidikan Tani di Muba ini Serikat Tani Nasional Sumatera Selatan Juga mengundang Husni Mubarok. SH Tokoh muda Muba dan sekaligus saat ini adalah anggota Bawaslu Musi Banyuasin kordiv pengawasan dan kerjasama antar lembaga.

Dalam paparan materi nya Husni Mubarok tentang penting nya berorganisasi memaparkan bahwa petani harus terus membekali diri dengan kemampuan management organisasi dengan baik karena dengan bagus nya management organisasi tani bisa membangun petani dalam upaya mendukung kerja kerja keorganisian petani
Lebih lanjut Husni Juga memaparkan Jika organisasi kuat dan baik maka organisasi tani dapat menjembatani persoalan hulu dan hilir pertanian sehingga mampu memberikan solusi solusi yang bermanfaat untuk petani. Papar Husni.
Sementara Itu Sekretaris Wilayah Serikat Tani Nasional Sumatera Selatan Ki Edi Susilo yang sekaligus memberikan materi materi khusus tentang serikat Tani menuturkan bahwa Pendidikan Tani ini penting supaya para petani punya bekal pengetahuan baik secara idiologis dan Taktis untuk pengelolaan organisasi Tani.
“Kami tidak hanya memberikan materi materi ideologis tetapi juga materi materi tambahan. Seperti advokasi hukum konflik agraria. Management organsiasi. Pemasaran produk pertanian. Pengemasan produk pertanian. Membangun kerja sama. Dan juga sejarah perjuangan tani di Indonesia. Semoga dengan bekal ini para petani menjadi berdaya dan bisa mewujudkan cita cita STN mewujudkan masyarakat adil makmur dengan jalan petani mampu mengakses tanah. Modal, teknologi dan jaminan Pasar”. Tutup Ki Edi









Komentar