6 Oktober 2022 - 06:55 WIB | Dibaca : 920 kali

Program GERTAS Berhasil, Bupati Banyuasin Borong Sayur-Mayur Desa Saleh Agung

Laporan : Maulana
Editor : Noviani Dwi Putri

Gerakan menanam sayur ini merupakan upaya mandiri ekonomi keluarga, pastinya kegiatan ini nantinya bisa dimulai dari keluarga terlebih dahulu, kemudian jika setiap rumah menanam sayur di pekarangan rumah

SWARAID, BANYUASIN: Program Gerakan Tanam Sayur (GERTAS) Pemkab Banyuasin menunjukan hasil yang positif, keberhasilan tersebut terlihat dari produk sayur-mayur yang diperjualbelikan oleh ibu-ibu Desa Saleh Agung, Kecamatan Air Salek Banyuasin.

Bupati Banyuasin Askolani memberikan apresiasinya atas hasil tersebut. Berbagai sayur mayur berupa kacang panjang, tomat, cabai, daun bawang dan lain sebagainya yang merupakan hasil dari penerapan program Gerakan Tanam Sayur (Gertas) oleh para petani ternyata berjalan dengan baik.

“Ini buktikan kalau program Gertas sudah berhasil, ” kata Askolani saat kunjungannya ke Desa Saleh Agung, Rabu (5/10/22).

Dikatakan Askolani, bahwa gerakan ini sendiri merupakan pengoptimalisasi lahan pekarangan, meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas dan pemanfaatan pangan untuk rumah tangga sesuai kebutuhan pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman, serta mempercepat juga meningkatkan skor pola pangan harapan.

“Gerakan menanam sayur ini merupakan upaya mandiri ekonomi keluarga, pastinya kegiatan ini nantinya bisa dimulai dari keluarga terlebih dahulu, kemudian jika setiap rumah menanam sayur di pekarangan rumah,” ungkapnya.

Baca Juga :  12 Tahun SMAN 3 Banyuasin III, Kepsek; Semakin Maju dan Jadi SMA Terbaik

“Saya yakin impian menuju Desa Mandiri Pangan di wilayah Banyuasin cepat terwujud, apalagi program ini juga selaras dengan program Sumsel yaitu Gerakan Sumsel Mandiri Pangan,” sambung Askolani.

Dari itu, Askolani berharap dengan tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menanam sayur, masyarakat tidak perlu lagi membeli sayur mayur ketempat lain.

Dalam kesempatan itu, Bupati Banyuasin memborong sayur mayur yang dijual ibu-ibu Desa Saleh Agung tersebut.

Komentar