12 Desember 2024 - 08:38 WIB | Dibaca : 18,239 kali

Menkomdigi Serukan Pemuda Manfaatkan AI Tanpa Lupakan Budaya

Laporan : Febri
Editor : Egi Saputra

Kampoeng Cyber adalah contoh kolaborasi sukses di mana teknologi dipadukan dengan kebudayaan, dan hasilnya sangat positif.

Swara.id – Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital ( Menkomdigi ), mengajak generasi muda, terutama mahasiswa untuk memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) sembari tetap menghargai dan melestarikan nilai-nilai budaya bangsa.

Ia menyoroti bahwa meskipun teknologi terus berkembang pesat, menjaga warisan budaya tetaplah krusial agar tidak tergerus oleh arus modernisasi.

Meutya mengingatkan bahwa inovasi teknologi harus berjalan seiring dengan upaya melestarikan identitas budaya kita.

“Pemimpin masa depan harus memiliki kebijaksanaan. Berhadapan dengan teknologi yang nyaris tanpa nilai, kita perlu menanamkan nilai budaya kita,” ujar Menkomdigi, Rabu (11/12/24).

Menkomdigi mencontohkan Kampoeng Cyber di Yogyakarta sebagai bukti keberhasilan perpaduan teknologi dengan nilai budaya lokal. Didirikan pada Juli 2008 oleh warga RT 036 Kelurahan Patehan, Kecamatan Kraton, Yogyakarta, Kampoeng Cyber tetap mempertahankan nilai gotong-royong sambil menghadirkan konektivitas digital yang terjangkau bagi masyarakat sekitar.

“Kampoeng Cyber adalah contoh kolaborasi sukses di mana teknologi dipadukan dengan kebudayaan, dan hasilnya sangat positif. Gerakan ini menunjukkan bahwa teknologi dapat mendukung nilai budaya tanpa mengorbankannya,” jelas Menkomdigi.

Baca Juga :  Diklaim Kalahkan Kualitas DSLR, HP Gunakan Teknologi Ini

Ia berharap generasi muda Indonesia dapat menjadi pemimpin yang mampu memanfaatkan teknologi dengan bijak, menjaga keseimbangan antara inovasi dan nilai budaya lokal.

Komentar