30 September 2020 - 13:28 WIB | Dibaca : 1,115 kali

Mahasiswa Keluhkan Kuliah Daring Tidak Efektif

Laporan : Tim Swara
Editor : Noviani Dwi Putri

SwaraID – Palembang, (30/09/20) : Kuliah daring selama pandemi  yang memanfaatkan kecanggihan teknologi pada saat ini dinilai tidak efektif,  komunikasi antara mahasiswa dengan dosen mengalami banyak kendala teknis seperti eror saat sedang zoom maupun saat sedang memasuki e-learning. Hal ini memunculkan banyak keluh kesah dari mahasiswa.

“Kuliah Daring sangat tidak efektif karena lebih susah untuk memahami materi dan juga tugas yang diberikan terlalu banyak sehingga lebih melelahkan dari pada kuliah tatap muka dan kurang bisa memanajemen waktu” Keluh Adella Rira Salsabila (19) mahasiswa jurusan Pendidikan dan Sastra Indonesia Universitas Sriwijaya Palembang. 

Lain lagi menurut Devi Afriani(18), mahasiswi jurusan Teknik listrik yang aktif di Organisasi Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro  Politeknik  Negeri Sriwijaya Palembang  ini juga mengaku mendapatkan beberapa hambatan.

“Pandemi ini juga berdampak pada perekonomian yang sangat membebankan Orang Tua, dimana harus membayar biaya kuliah dan kuota yang dibutuhkan untuk belajar online” demikian pengakuan Devi ketika ditemui SwaraID. 

Risqo M. Wahid  Dosen Jurusan Manajemen Pemasaran Universitas Indo Global Mandiri  menuturkan terkait pembelajaran daring, bahwa pihak nya sebagai pengajar akan terus melakukan peningkatan kualitas pembelajaran daring agar menjadi efektif

Baca Juga :  SEMMI ; Pengkaderan Sebagai Urat Nadi Masa Depan Sebuah Organisasi

“Pandemi menimbulkan banyak kegiatan new normal, termasuk di antaranya adalah media pembelajaran daring. Karena ini hal baru, kita sedang menyesuaikan diri. Kita juga sedang belajar tentang implementasi pembelajaran daring agar optimal. Tidak hanya mahasiswa, tapi ada juga beberapa dosen yang mengeluh. Namun, kita tidak punya pilihan lain. Tapi yang pasti saya mewakili dosen-dosen yang lain, akan terus berupaya untuk mencari dan menerapkan metode pembelajaran daring yang efektif“ ujar Risqo.

Lebih lanjut Risqo memberikan saran agar pembelajaran lebih efektif untuk kedepannya. Dari sisi bahan ajar;
pertama, karena kita sedang berada di dunia digital yang serba visual, materi harus ditampilkan semenarik dan sekreatif mungkin. Kedua, dosen sebaiknya bukan cuma memaparkan. Harus ada komunikasi dua arah. Mahasiswa harus terlibat dalam diskusi. Untuk melakukan ini, dosen harus bisa menstimulasi keinginan mahasiswa untuk berpartisipasi dengan menyampaikan beberapa bahan diskusi yang relevan dan menarik. Untuk media, pertanyaan ini tidak hanya terbatas disampaikan pada aplikasi video conference seperti Zoom. Dosen bisa memakai fitur chat atau pesan suara pada aplikasi yang banyak dipakai mahasiswa seperti WhatsApp. Namun untuk beberapa bidang ilmu yang membutuhkan praktek seperti kedokteran, teknik, dan yang lainnya, mungkin strategi ini tidak terlalu bisa diterapkan.

Baca Juga :  Kunjungi Rumah Baca RMPN, Finda Bagi-bagi Buku dan Sembako

Dari sisi teknis; di Indonesia masih banyak kendala, antara lain adalah mati lampu, sinyal hilang karena tinggal di kampung, dan gangguan-gangguan teknis lainnya. Untuk masalah teknis ini, Risqo mengaku tidak bisa terlalu banyak berkomentar,

“Ini di luar jangkauan saya. Namun yang pasti, mahasiswa dan dosen setidaknya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyiapkan perangkat” tutup Risqo.

Ir. Ali Nurdin, MT selaku Dosen di Politeknik Sriwiyaja  juga membenarkan dampak dari pandemi tersebut

“Susah memberikan informasi ke mahasiswa untuk lebih rinci dalam bidang teknik karena banyak berbasis formulasi matematika” tegas Ali.

Komentar