oleh

Konflik Lahan Dengan Perusahaan, Masyarakat Adat Keruk Jalan

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :264 kali | Durasi baca : 2 Menit

SWARAID-MURATARA, (16/05/21): Dianggap tidak kooperatif dan arogan, ratusan masyarakat adat Desa Remban Kecamatan Rawas Ulu Sumatera Selatan melakukan aksi blokir lahan perusahaan tuntut PT Agro Muara Rupit kembalikan tanah ulayat.

“Kami melakukan pengerukan jalan yang dibuat PT Agro di lahan milik ulayat hari ini. Karena perusahaan tersebut arogan dan mencaplok tanah ulayat kami seluas lebih kurang 8000 hektar,” ujar Toyyib Ketua Adat desa Remban kordinator lapangan (korlap) aksi.

Selain itu, menurut Toyyib PT. Agro Muara Rupit (AMR) tidak pernah menghormati masyarakat adat dan umumnya warga Desa Remban. Berapa kali pertemuan di Pemda Musi Rawas tidak mendengarkan aspirasi masyarakat. Bahkan seolah tidak menghormati pemerintahan daerah dengan mangkir setiap undangan penyelesaian sengketa lahan tersebut di Pemda.

“Group SIFEF ni memang arogan dan tidak punya etika serta menganggap remeh tuntutan rakyat tentang permasalah sengketa tanah disemua daerah di wilayah Muratara, terkhusus masyarakat Desa Remban. Bahkan Pemda Muratara pun tidak dihormati mereka. Bahkan kabarnya AMR ini banyak permasalah di daerah ini terkhusus terkait masalah pajak dan kontribusi untuk masyarakat sekitar. Ini menunjukan bahwa perusahaan AMR ini arogan dan sewenang-wenang,”tegas Toyyib.

Baca Juga :  Naik Kereta Api dari Stasiun KA Kertapati Wajib Tunjukkan Kartu Vaksin

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Musi Rawas bisa bertindak tegas terhadap perusahaan tersebut. Jika perlu menurut beliau cabut izin perusahaan tersebut, karena tidak ada manfaatnya bagi masyarakat Musi Rawas Utara.

Senada yang diucapkan oleh Frengki aktivis Mahasiswa yang mendampingi masyakat tersebut mengatakan permasalahan lahan ulayat ini sudah lama dituntut masyaraka ulayat. Bahkan setidaknya sudah ada panggilan pemda Muratara lebih dari 2 (dua) panggilan lebih untuk dengar pendapat dan mediasi, tapi PT. AMR selalu mangkir.

“Kapitalis ini (PT AMR) tidak pernah menghormati pimpinan daerah ini. Berapa kali dipanggil Pemda selalu mangkir, bahkan kesan arogannya terlihat jelas dipamerkan kepada rakyat. Aksi hari ini adalah klimaks kemarahan rakyat adat Desa Remban yang sudah geram dengan tingkah laku arogansi kapitalis group SIFEF ini, “papar Frengki Geram.

Kami berharap PT AMR jangan memprovokasi masyarakat dengan menutup kembali aksi kerukan jalan di wilayah tanah ulayat Desa Remban. Dan kami tidak akan berhenti berjuang demi hak rakyat. Dan menurutnya akan ada aksi selanjutnya terkait hal tersebut.

Baca Juga :  Bersama BUMN, Sumsel Siap Beli Vaksin Sendiri

“Tanah Untuk Rakyat, Go to Hell kapitalis tidak bermanfaat bagi rakyat.” Tukas Frengki.

Di lain pihak, Kepala Security PT Agro Muara Rupit, Nikmat di lapangan mengatakan pihaknya akan melaporkan hal tersebut kepada pimpinan perusahan tersebut agar menanggapi tuntutan rakyat tersebut.

“Ini masih suasana lebaran, nanti kami sampaikan tuntun warga. Terkait tidak kooperatifnya perusahaan menurut warga, kami tidak paham karena kami cuma bawahan,” ujarnya.

UMKM Kito - Solusi UMKM Go-Online

Komentar

Berita Lainya