oleh

Bangun Rumah Baca dan Kampung Literasi ; RMPN Open Donasi

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :608 kali | Durasi baca : 3 Menit

SWARAID-PALEMBANG, (12/01/2021): Relawan Muda Peduli Nusatara (RMPN) adalah komunitas masyarakat yang bergerak di bidang sosial, pendidikan, dan agama. Berawal dari sekumpulan masyarakat kota Palembang yang tergerak ingin melakukan bakti sosial, hingga akhirnya pada tanggal 17 mei bertepatan di bulan puasa, RMPN melakukan kegiatan pertamanya.

Setelah menerima donasi dari masyarakat, RMPN menyambangi 2 panti asuhan untuk menyalurkan bantuan, selain itu juga RMPN melakukan blusukan dengan membagikan sembako kepada masyarakat yang sangat terdampak dari situasi pandemi Covid-19, dan kini menjadi agenda rutin dari RMPN.

Seperti yang dijelaskan Ketua RMPN Johanes Rifano, setiap bulannya RMPN melakukan bakti sosial ke panti asuhan dengan memberikan paket sembako, memberikan perlengkapan ibadah ataupun perlengkapan sekolah, serta kerapkali juga lakukan blusukan di lingkungan masyarakat yang terdampak covid-19. Bahkan terkadang ketika terjadi musibah seperti kebakaran, RMPN juga sering melakukan “open donasi”  untuk membantu meringankan beban para korban.

Johanes firano atau biasa dipanggil Joe menyampaikan saat ini komunitanya telah teradministrasi legal dan telah berbadan hukum. Sebagai lembaga yang profesional, RMPN berharap nantinya dapat terus berkontribusi dan membangun generasi muda yang cerdas, peduli, kreatif, dan bermartabat. seperti yang diamanatkan dalam UUD 1945 alenia ke empat tentang mencerdaskan kehidupan bangsa.

RMPN memiliki misi dengan program yang saat ini tengah berjalan berupa Rumah Baca dan Kampung Literasi, hal itu dilakukan guna membantu para siswa yang terkendala dalam mengakses internet untuk proses belajar di situasi pandemi Covid-19. Dimana RMPN memberikan fasilitas internet gratis kepada anak didik yang membutuhkan.

Baca Juga :  Bujang Gadis Protokol Kesehatan, Berharap Bisa Bantu Pemerintah

Selain itu, Rumah Baca RMPN juga memberikan edukasi seperti belajar mengaji gratis tiap minggunya, dimana saat ini telah memiliki anak binaan tetap dari warga sekitar dan beberapa anak yatim piatu, bahkan terkadang Rumah Baca kedatangan Dosen ataupun Mahasiswa yang ingin melakukan riset. Diluar itu RMPN juga memiliki celengan sedekah pribadi yang disebar ke anggotanya ataupun dibagikan ke para donatur yang akan dikumpulkan perbulan  kemudian di manfaatkan untuk bersedekah dan membantu masyarakat.

“Disini kita gratis semua, fokus pertama kita anak yatim piatu dan kaum dhuafa dan masyarakat umum yang memang membutuhkan keberadaan dari Rumah Baca dan Rumah Online ini. Jadi visi misi Relawan Muda Peduli Nusantara ini menangani empat fokus juga, baik dari bidang sosial, kemanusiaan, pendidikan, dan keagamaan.” Terang Joe.

Lebih lanjut, Joe menerangkan didalam kampung literasi yang dibuatnya memiliki konsep penghijaun lingkungan. Membuat apotek hidup, budidaya tanaman hias dan sayuran, serta juga memiliki budidya ternak ikan lele, yang RMPN bangun di sekretariatnya sebelum membudayakan kepada masyarakat. Namun ia mejelaskan terkait dengan Kampung Literasi yang dibangun RMPN tersebut tetap mengedepankan dunia pendidikan dengan fokus kepada mengaktifkan budaya membaca di kehidupan sehari hari. Hal ini dilakukan dengan harapan Kampung Literasi yang dibangun dapat menjadi percontohan di daerah lain.

Baca Juga :  Upaya Pencegahan Kasus 3C, Polrestabes : Meminimalisir Kejahatan Dengan Patroli Rutin

“Bicara tentang Kampung Literasi itu, kita ingin meningkatkan aktivitas budaya literasi itu menjadi kehidupan sehari-hari dan semoga dengan adanya program Kampung Literasi ini bisa bermanfaat dan membawa dalam meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat dikota Palembang khususnya dan di pada umumnya di Sumatera Selatan.”

Dalam menjalankan agenda RMPN, tak jarang pula menemui kendala, seperti pembiayaan serta fasilitas yang belum representatif dalam menopang program Rumah Baca dan Kampung Literasi, bahkan tak sering pula pihaknya menerima cemoohan dari masyarakat yang menganggap RMPN melakukan kegiataan abal- abal disaat melakukan open donasi atau mengajukan proposal ke instansi dan korporasi. selain itu Joe mejelaskan apabila RMPN menerima bantuan pihaknya akan transparan dengan membuatkan laporan kegiatan berupa dokumentasi.

“Jadi sebenarnya kalau kita mau cerita masalah kendala, hampir semua kegiatan kita menghadapi kendala tapi kita mempunyai optimisme bahwa kegiatan kita relawan ini bergerak di bidang kegiatan sosial, pendidikan, dan agama. Misalanya kalau kita bicara mau minta bantuan donasi ke instansi atau kita mengajukan proposal mereka selalu berpikir bahwa akal-akalan kita saja , tapi sebenarnya pada faktualnya dengan saat ini sudah berjalan. Alhamdulillah dengan kendala- kendala yang kita hadapi juga itu sudah mulai teratasi sendiri dengan komitmen yang kita punya, karena yang kita cari bukan pujian atau tepuk tangan dari orang tapi ini kita bicara amal ibadah kita antara saya, kita para relawan kepada Tuhan kita.”

Baca Juga :  Satgas TMMD Kodim 0418 Bersama Warga Renovasi Rumah Ibu Sopiah

Diluar itu, saat ini RMPN juga telah terjalin kerjasama dengan Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan, dimana pihaknya tengah menunggu izin dalam mengembangkan Kampung Literasi, serta Joe juga berharap bila nantinya RMPN dapat disupoprt penuh oleh stakeholder yang ada.

“Harapan kedepan nanti agar makin banyak masyarakat atau Pemerintah semakin mendukung kegiatan kami ini agar semakin banyak program-program edukasi yang bisa kami perbuat. Jadi memang harapan kita supaya Relawan Muda Peduli Nusantara ini terus berjalan semakin baik dan mempunyai inovasi- inovasi yang lebih maksimal di banding saat ini. Adapun program yang sedang kita bangun adalah bagaimana setiap stakeholder untuk bisa mensupport kegiatan ini baik dari pemerintah BUMN, BUMD, maupun donatur pribadi.

Komentar

Berita Lainya