1 November 2022 - 01:40 WIB | Dibaca : 982 kali

Angkot Feeder LRT Musi Mas Kini Berbayar, Siapkan Saldo Dompet Digital

Laporan : Tim Swara
Editor : Noviani Dwi Putri

Mohon untuk tidak memberikan uang CASH kepada driver Feeder LRT Musi Emas

SWARAID, PALEMBANG: Per 31 Oktober 2022, angkot Feeder LRT Musi Mas mulai menerapkan berbayar pada koridor 1,2, dan 3 sesuai dengan masa subsidi yang diberikan Kementerian Perhubungan RI.

Namun untuk pelajar, kaum difabel, dan lansia masih digratiskan.

“Ya mulai 31 Oktober diterapkan dengan berbayar seharga Rp. 4 Ribu menggunakan aplikasi Qris,” tulis pesan Feeder LRT, Selasa (1/11/22)

Lanjutnya, jika penumpang tidak memiliki QRIS dapat meminjam pembayaran dengan penumpang di sebelahnya, atau pun meminjam QRIS dengan Team Feeder yang berada di pangkalan

“Itu jika tidak ada QRIS,”tulisnya

QRIS sendiri adalah Pembayaran menggunakan Barcode dan dapat menggunakan beberapa bank, Gopay, OVO, Shopeepay, Dana dan Linkaja.

Pihaknya juga menghimbau kepada penumpang agar tidak memberikan uang tunai kepada sopir angkot Feeder.

“Mohon untuk tidak memberikan uang CASH kepada driver Feeder LRT Musi Emas,” terangnya.

Angkot Feeder LRT Musi Mas telah beroperasi sejak 7 Juli 2022 dan telah berkontribusi terhadap meningkatnya okupansi penumpang LRT Sumsel.

Dengan kemudahan yang dihadirkan sejak mengaspal di kota ini, masyarakat mengaku tidak keberatan dengan tarif berbayar yang ditetapkan.

Baca Juga :  Ratu Dewa : SP2J Selama Pandemi Mengalami Penurunan Pendapatan

“Tidak keberatan. Karena tetap terhitung murah kalau mau dibandingkan naik ojek, Mbak. Cuma agak kaget aja disuruh bayar pakai QRIS, masih kurang paham. Tapi tadi dibantu sama petugas-petugas di pangkalan.” Gesah salah seorang penumpang yang hendak belanja ke Pasar Talang Kelapa, Selasa (1/10/22).

Beda lagi dengan seorang karyawan yang lebih paham dengan sistem pembayaran digital,

Gak ada masalah mbak, yang penting saldo digitalnya jangan sampe kosong. Cukup efisien juga lah. Keren. Udah kayak tinggal di luar negeri. Mantap pak Menteri, lanjut.” Ujarnya sumringah.

Namun suara protes pun turut terdengar dari beberapa penumpang dikarenakan perubahan aturan yang dilakukan.

“Katanya gratis sampe akhir tahun. Ini sudah bayar.” Keluh salah satu penumpang yang mengaku sangat mengandalkan angkutan ini sebagai sarana menuju stasiun LRT.

“Kita bukan keberatan uang Rp4 ribunya itu. Cuma kok janjinya gak ditepatin. Buat peraturan kok mudah diubah-ubah, sebentar begini, sebentar lagi begitu.”

Komentar