18 Februari 2023 - 23:04 WIB | Dibaca : 662 kali

Tenggelam di Kolam Retensi Lebak Murni, 2 Bocah Ditemukan Tewas

Laporan : Surya
Editor : Noviani Dwi Putri

SWARAID, PALEMBANG: Viral di media sosial evakuasi dua orang bocah yang tenggelam di kolam retensi Lebak Murni, Kecamatan Sako Palembang, Sabtu (18/02/23) sore.

Dalam video tampak sejumlah warga dibantu personel Polsek Sako dan tim dari PMI Kota Palembang melakukan evakuasi terhadap korban.

Selanjutnya jenazah korban langsung membawanya ke rumah sakit terdekat.

Kapolsek Sako Palembang AKP Sulis Pujiono SH  membenarkan kejadian tersebut.

“Iya benar. Ada dua korbannya yang meninggal dunia. Sekarang sudah di RS Bhayangkara M Hasan Palembang,” ujar AKP Sulis, Sabtu (18/02/23) sore.

Korban berinisial AF (15), merupakan pelajar SMP Kelas 3, warga Lakitan, Kecamatan Sako dan FA (13), pelajar SMP kelas 1, warga Kecamatan Sako Palembang.

Informasi yang diperoleh, kejadian bermula saat kedua korban bermain di pinggir kolam retensi yang beradadi Jalan Sematang Borang, Perumahan Sangkuriang, kolam retensi, Kelurahan Sako, Kecamatan Sako Palembang.

Menurut keterangan kedua teman korban berinisial KL (13), warga Kecamatan Sako palembang menjelaskan, kedua korban terlihat bermain saling dorong.

Baca Juga :  DPW Masyarakat Sadar Korupsi Indonesia Desak Gubernur Sumsel Pecat Kadisdik dan Kabid SMA

“Diduga korban FA tercebur ke dalam kolam retensi setelah saling dorong tersebut,” jelas Kapolsek Sako AKP Sulis.

Lalu, kata Kapolsek, korban FA langsung berteriak minta tolong. Melihat dan mendengar teriakan korban, lalu korban AF berusaha menyelamatkan korban dengan cara menceburkan diri.

“Korban FA berhasil dirangkul, karena tidak kuat membawanya ke tepi akhinya AF ikut tenggelam,” terang AKP Sulis.

Melihat kejadian ini saksi KL tadi, tambah Kapolsek langsung berteriak minta tolong dengan warga sekitar.

Sayangnya, kedua korban sudah tak bernyawa saat ditemukan oleh warga dan petugas gabungan. Untuk penyelidikan lebih lanjut, kedua jenazah dibawa ke RS Bhayangkara M Hasan Palembang.

Komentar