SwaraID – Palembang : Masih ramai soal kasus Novel Baswedan tentang penyiraman air keras. Tadi malam tepat nya 19/06 seorang pejuang Agraria di Kab. OKU Timur mengalami hal yang serupa yakni di siram dengan Air Keras oleh orang tak dikenal.
Erisyadi alias Kiyai Bojek yang selama ini adalah salah satu anggota Serikat Tani Nasional desa Campang Tiga Ulu Kab. OKU Timur yang aktif memperjuangkan tanah masyarakat Campang Tiga Ulu yang bersengketa dengan PT LPI.
Malang Nasib Erisyadi ketika semalam setelah pulang dari bepergian. Kira kira pada pukul 21.30 WIB ketika hendak masuk ke rumah, tiba-tiba dia disiram oleh air keras langsung tepat mengenai muka dan sekujur tubuhnya. Pelaku langsung melarikan diri
Terkait kasus penyiraman tersebut Muhammad Asri Lambo selaku ketua STN Sumatera Selatan, mendesak pihak berwajib untuk mengusut tuntas kasus penyiraman air keras kapada anggota STN Campang Tiga Ulu OKU Timur.
“STN meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus penyiraman tersebut. Sebab selama ini anggota STN yang tersiram cuka para adalah anggota aktif yang memperjuangkan konflik agraria. Kami menduga ada kaitannya dengan persoalan konflik agraria yang sedang STN tangani”.
Sementara itu ketua PRD Sumsel Jaimarta mengecam dan mengutuk keras tindakan penyiraman air keras terhadap pejuang agraria yang merupakan anggota STN.
“Ini merupakan kali kedua di Sumatera Selatan terjadi penyiraman cuka para terhadap aktivis pejuang rakyat. Hal ini adalah preseden buruk bagi demokrasi apabila kasus ini tidak selesai dan juga bila di hubungkan dengan konflik Agraria yang di tangani oleh Erisyadi atau Kiyai Bojek seharusnya ini bisa segera di selesaikan oleh pemerintah kabupaten OKU Timur”.
Informasi saat ini Erisyadi tengah dirawat di ruang ICU Rumah Sakit Muhammad Husain Palembang dengan kondisi luka bakar yang cukup parah.
