SWARAID – PALEMBANG, (22/10/20) : Kasus pengeroyokan sopir GOCAR di halaman Polrestabes Palembang, Rabu (21/10/20) dini hari sekitar pukul 00.10 WIB yang sempat mengejutkan jajaran pihak kepolisian yang berada di lingkungan tersebut akhirnya terkuak.
Korban Indra (40) mengalami luka di bagian kepalanya akibat bacokan para pelaku yang diketahui berjumlah lebih dari 4 orang itu.
Dua pelaku yang ditangkap yakni RM dan AS, menurut hasil interogasi dan bukti, kedua pelaku tersebut melakukan pengrusakan terhadap mobil korban.
Dari keterangan pelaku RM kepada pihak polisi, ia mengakui awal mulanya tidak tahu menahu atas kejadian tersebut.
“Saat itu saya berada di di Lorong Yaktapena I melihat pelaku yakni AAP cekcok dengan korban dan kami mencoba ikut mendekatinya.” Terang RM.
Diduga dari cekcok yang terjadi, pelaku menuduh korban telah menganggu mantan istrinya tersebut.
“Saat kami mendekat, pelaku sempat ingin memukul korban tapi korban keburu melarikan diri. Akhirnya kami pun ikut mengejar sampai ke dalam Polrestabes dan ikut juga merusak mobil korban.” Ungkap RM.
Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom Setyadji membenarkan dan menjelaskan kronologi atas kejadian pembacokan yang terjadi di ranah halaman Polrestabes sendiri.
“Informasi yang saya dapatkan kasus pengeroyokan terhadap korban lebih dari 4 orang, diketahui yaitu teman-teman dari pelaku sendiri serta juga termasuk para warga sekitar TKP.” Ujar Anom kepada SWARAID.
Menurut informasi, kasus pengeroyokan ini di latar belakangi hubungan asmara antara pelaku AAP dan saksi sendiri yakni mantan istrinya Astri (20).
“Telah kami dapatkan juga hasil keterangan dari saksi bahwa saksi ini mau diajak rujuk oleh pelaku, tetapi saksi tidak mau. Jadi pelaku AAP ini kesal dan menyusun lah rencana untuk menyuruh temannya untuk mengajak korban ke sebuah cafe.” Terang Anom.
Kemudian teman dari pelaku menyuruh saksi Astri (21) menjemputnya di Jalan Yaktapena I.
Saksi Astri (21) yang mulanya diketahui memesan Gocar saat mau pergi bertemu teman pelaku dan meminta untuk menjemputnya di Jalan Yaktapena. Saat di TKP ternyata pelaku sudah bersama temannya tersebut.
“Dari informasi awalnya korban ini menjemput saksi Astri (21) di Lorong Aman, Kertapati sesuai alamat penjemputannya, tak lama saksi meminta agar menjemput satu lagi temannya yaitu teman pelaku AAP sendiri tepatnya di Jalan Yaktapena I, Saat di TKP ternyata pelaku sudah bersama temannya tersebut. ” Jelas Anom.
Setibanya korban sampai di Jalan Yaktapeda, pelaku AAP langsung mendekati mobil dan ingin memukul korban.
Dari situ, korban langsung refleks melarikan diri sampai ke Polrestabes dan akhirnya pengeroyokan pun terjadi oleh para pelaku.
Lanjut Anom menuturkan, diduga pengeroyokan tersebut kesalahpahaman saja antara pelaku dan korban, karena pelaku merasa kesal saat rujuknya tidak diterima si mantan istri.
“Kasus ini masih dalam penyelidikan dan pengembangan, dan untuk para pelaku lainnya masih dalam pencarian anggota saya.” Tutup Kapolrestabes Palembang Kombes Anom Setyadji, Kamis (22/10/20).
