SWARAID – PALEMBANG, (22/10/20) : Libur panjang yang akan jatuh diakhri bulan Oktober ini menjadi kehawatiran dikarenakan kebiasaan masyarakat melakukan liburan keluar kota saat libur panjang tiba di masa pandemi ini. Oleh sebab itu menjadi ketakutan Pemerintah apabila terjadi lonjakan kasus penularan virus Covid-19 akibat terjadi perkumpulan massa di destinasi wisata.
Setelah diputuskan oleh Presiden, cuti dan libur dalam rangka peringatan Maulid Nabi apabila dihitung akan menjadi 5 hari, terhitung dari tanggal 29 Oktober hingga 2 November.
Kehawatiran ini timbul mengingat saat libur panjang akhir semester lalu, dimana masyarakat berbondong-bondong untuk tetap melakukan perjalanan liburan, yang akhirnya mengakibatkan terjadinya lonjakan jumlah pasien yang terinfeksi Covid-19.
Pemerintah kota Palembang sebagai bagian dari gugus tugas Covid-19, dalam menghadapi libur panjang ini berusaha tetap menekan penyebaran penularan dengan mengantisipasi agar tidak terjadi kerumunan di tempat wisata yang ada di Kota Palembang.
Staf Ahli Walikota Palembang Bidang Ekonomi Pembangunan dan Investasi, dr. Letizia, M.Kes yang memimpin langsung video conference Rapat Koordinasi Antisipasi Penyebaran Covid-19 saat libur panjang akhir Oktober ini bersama dengan Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia
“Jadi dalam antisipasi kita harus tetap mempersiapkan jangan sampai nanti terjadi kerumunan-kerumunan, dan juga jangan sampai kasus Covid-19 ini meningkat.” Paparnya kepada SWARAID.
Terkait dengan kemungkinan ramainya kunjungan ke tempat wisata, diiringi penggunaan tranportasi dan perhotelan yang akan meningkat juga. dr. Letizia, M.Kes menerangkan antisipasi yang akan dilakukan yaitu peningkatan pengawasan dari segala sektor yang tergabung dalam gugus tugas.
Karena itu Pemerintah Kota Palembang yang diwakili oleh dr. Letizia, M.Kes menghimbau kepada masyarakat untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan.
“Kita harus tetap menjalankan protokol kesehatan, dengan tetap berjaga jarak, dan menghindari kerumunan. Kemudian juga setiap di acara-acara dengan menyiapkan pengecek suhu tubuh, handsanitizer yang diharapkan tetap dilakukan jangan sampai nanti kasus Covid-19 malah meningkat!.” Himbaunya.
