SWARAID, OGAN ILIR: Pandemi Covid-19 yang kita hadapi dua tahun terakhir telah meninggalkan dampak ekonomi yang cukup serius ditingkat perkotaan maupun pedesaan.
Desa Permata Baru misalnya, desa yang berpenduduk kurang lebih dari 3000 jiwa. Merupakan salah satu desa yang terbentuk hasil pemekaran dari desa Tanjung Baru Kecamatan Inderalaya Utara Kabupaten Ogan Ilir.
Sejak 2016 desa ini di pimpin oleh tokoh pemuda, Bangun Purwijinoto. Dibawah kepemimpinan kades muda ini Permata Baru mulai menata desa menjalankan amanat UU No. 6 tahun 2014 tentang Desa.
Kades yang akrab disapa Mas Pur ini menjelaskan lebih lanjut, melalui kewenangan desa dan hak asal-usul yang dimiliki desa, penggunaan Dana Desa lebih di perioritaskan pada pembangunan dan perbaikan infrastruktur skala desa seperti jalan desa, saluran air, gedung PAUD. Selain itu di bidang ekonomi Dana Desa dialokasikan untuk penyertaan modal kepada Badan Usaha Milik Desa Permata Gemilang yang di serahkan tugas mengelola pasar desa dan pelayanan sosial perlengkapan persedekahan seperti tenda, kursi, kipas angin yang murah.
“Tidak mudah memang membangun BUMDes yang profesional seperti di Ponggok yang mampu mengelola potensi sumber daya alam dan mampu berkontribusi bagi PAD Desa. Ini tantangan besar kepala desa dan direktur BUMDes kedepan,” ujarnya.
Dana Desa Permata Baru paling kecil dari desa lain di Inderalaya Utara yaitu Rp. 700 juta an, meski jumlah penduduk kita lebih banyak dari desa lain. Kedepan pemerintah desa akan menempuh jalan musyawarah dengan desa Tanjung Baru dan Tanjung Pring dan menyampaikan permohonan kepada pemerintah Kabupaten melalui Kecamatan soal revisi dan penetapan batas wilayah desa sebagai salah satu rencana kerja pemerintah desa (RKPDes) tahun 2023.
Selain itu tahun 2023 pemerintah desa akan melanjutkan rencana pengadaan mobil ambulan jenazah dan perbaikan infrastruktur yang tertunda akibat anggaran belanja desa tahun 2020 – 2022 di refocusing untuk mendukung kebijakan penanggulan dampak pandemic covid 19 seperti alokasi BLT Dana Desa kepada 109 kepala keluarga tahun 2020/2021 sebesar Rp. 374 juta, pada tahun 2022 ini bertambah 135 kepala keluarga dengan alokasi 45% dari Dana Desa sebesar Rp. 450 juta.
“Semoga tahun depan dengan kebijakan pemulihan ekonomi pemerintah pusat dapat mengcover masyarakat penerima BLT DD dan kita akan ajukan semua masuk DTKS Kementerian Sosial melalui Dinas Sosial Ogan Ilir,” tutup mas Pur yang berencana maju kembali pada Pilkades Oktober mendatang.
