SWARAID – PALEMBANG, (25/11/20) : Bantuan sosial (Bansos) yang diberikan Pemerintah Kota Palembang kepada masyarakat, terkhusus warga terdampak pandemi telah memasuki tahap ke 4.
Pada tahap 4 ini, jumlah penerima bansos setelah diverifikasi oleh Dinas Sosial berjumlah 85.252 kepala keluarga, yang mana sebelumnya jumlah penerima yang diajukan sebanyak 94 ribu lebih.
Dengan dianulirnya hampir 10.000 data yang diajukan, Aprilita Sari Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial menjelaskan dari awal jumlah peningkatan misbar kota yang yang begitu besar disebabkan oleh masa pandemi.
Aprilita menjelaskan data tersebut di diterima dengan menjumlahkan data misbar penerima bansos tahap satu ditambah dengan data misbar penerima bansos tahap kedua. Dengan jumlah 94.599 data miskin baru yang di ajukan oleh setiap Lurah dikota Palembang.
” Data tersebut adalah data usulan dari Kelurahan, dimana pada tahap 1 jumlah misbar sebanyak 33.269 KK, dan kita mendata lagi pada saat mendekati PSBB dengan jumlah 61.330 KK yang bila di jumlahkan sebanyak 94.599 KK misbar.” Terang Aprilita.
Mengingat akan diberikannya kembali bantuan sembako tahap ke 4, Aprilita menjelaskan pihak nya kembali melakukan verifikasi terhadap 94.599 penerima bantuan tersebut, yang dimana setelah dilakukan verifikasi terdapat data ganda, sudah meninggal, ataupun data yang telat menerima bantuan dari pusat.
“Karena kita mendata bersamaan waktu dengan pemberian BST (Bantuan Sosial Tunai) setelah kami lakukan verifikasi hanya ada 85.252 penerima, itulah yang menjadi patokan kita dalam menyampaikan paketan sembako.”
Aprilita menambahkan, pihaknya belum ada program khusus dalam membantu warga misbar kota yang bersifat jangka panjang. Namun dalam jangka panjang pihak nya telah mempersiapkan anggaran dalam menekan angka kemiskinan kota.
“Untuk jangka panjang kita sudah memikirkan apakah yang akan kita lakukan terhadap data tersebut untuk penanggulangan angka kemiskinan dalam rangka menurunkan angka kemiskinan.”
Kabid Penanganan Fakir Miskin Dinsos ini juga menyampaikan bahwa dirinya sempat menghadiri rapat di Bappeda Kota Palembang sebagai Sekretaris Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kota Palembang.
Dalam rapat bersama Bappeda, pihaknya membahas dan mengkaji program apa yang dapat dilaksanakan dalam mencapai tujuan Pemerintah Kota Palembang menurunkan angka kemiskinan satu digit. Hingga pada hasilnya dapat menemukan pilot projects Dinas sosial dalam menekan angka kemiskinan.
“Disitu kita sama – sama mengkaji program-program apa yang pantas dan bagaimana data yang kita punya di pelajari dulu lalu kita membidik untuk pilot projects Kecamatan mana yang memiliki angka kemiskinan tertinggi, itulah yang terlebih dahulu kita tindak lanjuti.” Tutup Aprilita.
