29 Agustus 2021 - 11:05 WIB | Dibaca : 2,722 kali

60 Ruas Jalan Dalam Pengerjaan Dinas PUPR Kota Palembang

Laporan : Diaz
Editor : Noviani Dwi Putri

Rinciannya yakni 78 persen atau 538,2 kilometer jalan mantap dan 22 persen atau 151,8 kilometer jalan rusak sedang dan berat

SWARAID-PALEMBANG, (29/08/2021): Sebanyak 60 ruas jalan di kota Palembang menjadi pengerjaan Pemkot Palembang tahun ini untuk di perbaiki, Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang, Ahmad Bastari Yusak, Kamis (26/8/21).

Setidaknya dengan total 690 kilometer jalan di kota Palembang mengalami rusak sedang dan rusak berat. Rinciannya yakni 78 persen atau 538,2 kilometer jalan mantap dan 22 persen atau 151,8 kilometer jalan rusak sedang dan berat.

Bastari mengaku total perbaikan jalan yang dilakukan yaitu sebanyak 60 ruas, diantaranya di Jalan Swadaya dan di Stisipol Palembang.

“Perbaikan jalan ini ada dua yaitu peningkatan jalan dan pemeliharaan jalan,” katanya, Kamis (26/8).

Peningkatan jalan  contohnya jalan yang sebelumnya hanya berpondasi beton, nantinya akan dilakukan pengaspalan. Sedangkan, untuk pemeliharaan jalan yaitu jalan yang sudah rusak dilakukan tambal sulam kembali agar menjadi jalan mantap.

Menurut keterangannya, sejauh ini dia tidak mengetahui persis persentase antara pemeliharaan dengan peningkatan jalan.

Namun, sejak awal tahun, jalan yang sudah diperbaiki yakni sebanyak 10 ruas jalan seperti di Jalan Dwikora Palembang dan beberapa ruas lainnya mulai dari Masjid Agung dan lain sebagainya.

Sedangkan, 50 ruas jalan baru akan dilakukan pengerjaan Oktober mendatang, mengingat saat ini masih dalam proses tender. Dia pun optimis pada Desember mendatang ke-60 ruas jalan tersebut sudah menjadi jalan mantap, bahkan di tahun 2023 kondisi jalan mantap di Palembang bisa melebihi 80 persen.

Terkait dana alokasi perbaikan jalan, dia mengaku tidak mengingatnya. Hanya saja, perbaikan jalan ini juga menggunakan dana Bantuan Gubernur (Bangub).

“Insyaallah Desember nanti semua perbaikan ini sudah selesai dan bagus semua.” Ujar Bastari.

Lalu apa kabar pabrik aspal Palembang?

Pemkot Palembang yang sempat menggaungkan mampu memproduksi aspal sendiri. Lantaran, telah memiliki alat Asphalt Mixing Plant di Jalan Jepang, Kecamatan Alang-Alang Lebar (AAL) Palembang.

Hingga kini masih belum mampu untuk mencover perbaikan jalan di Kota Palembang. Terbukti, dari beberapa proyek perbaikan jalan di tahun 2021 ini yang masih melakukan tender kepada pihak ketiga.

Peresmian operasional Asphalt Mixing Plant ini dilakukan pada tahun 2020 lalu. Dimana, alat tersebut merupakan hibah dari Kementrian sejak tahun 2002 lalu.

Dengan adanya alat tersebut, Pemkot Palembang pun mengaku bakal lebih cepat untuk melakukan perbaikan jalan dan tentunya dapat menghemat anggaran.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas PUPR Palembang, Ahmad Bastari Yusak mengakui sampai saat ini pihaknya belum mampu mengoperasionalkan alat tersebut.

Dia menerangkan, semula pihaknya telah menganggarkan dana APBD untuk operasional alat produksi aspal tersebut agar dapat dalam satu bulan mampu memproduksi sebanyak 200 ton aspal. Namun, dikarenakan pandemi Covid-19, sehingga anggaran pun harus dilakukan refokusing.

“Kami pun terpaksa menunda pengoperasian alat tersebut karena dananya cukup besar untuk operasional yaitu Rp2,7 miliar,” katanya.

Meski belum mengeoperasional alat tersebut, namun pabrik aspal milik Pemkot Palembang ini masih mampu memproduksi namun memang hanya sedikit yaitu 12 hingga 16 ton perminggunya. Karena produksi aspal tersebut menggunakan sistem manual.

“Jadi aspal yang hanya sedikit ini kami pergunakan untuk tambahan aspal dari pemeliharaan jalan saja.” Pungkasnya.