SWARAID – PALEMBANG, (11/11/20) : Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polrestabes Palembang kembali menerima laporan dari seorang wanita berinisial YA (26) warga yang diduga telah menjadi korban penganiayaan oleh tetangganya bernama Nia (28).
YA (26) merupakan warga Jalan Naga Swidak, Kelurahan 14 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Kota Palembang.
Keterangan yang dihimpun SWARAID dari pelapor, kejadian tersebut terjadi didepan rumahnya sendiri, Rabu (11/11/20) sekitar pukul 08.50 WIB. Sebelum terjadinya penganiayaan, korban dan terlapor cekcok mulut dan berkelahi terlebih dulu, akibat dari itu korban YA harus mengalami lecet di dahi sebelah kiri dan lengan sebelah kiri.
Diketahui awal mula penyebab keributan tersebut karena terlapor berkata kasar kepada anak YA dengan kata “l0nte”.
“Awal mulanyo dio tu ngatoi anak aku pak dengan sebutan l0nte, jadi aku dak terimo pas anak aku ngadu samo aku soal itu.” Ujar YA.
Saat mendengar aduan dari anaknya tersebut, YA langsung bergegas menemui terlapor untuk menanyakan kebenaran perkataan kasar kepada anaknya itu.
“Abes anak aku ngadu itu, aku berniat nak langsung nemuinyo pak, tapi pas nian dio lewat bemotor depan rumah aku, jadi langsung aku stopke dan aku tanyo apo bener apo yang dilaporke anak aku, tapi pas aku tanyo dio dak ngaku men ngomong “l0nte” samo anak aku.” Tambah korban dalam keteranganya.
Setelah kejadian itu terjadilah cekcok mulut dan perkelahian antara YA dan terlapor Ema dilokasi kejadian (TKP).
“Kami sempet ribut pas dilokasi, dio nyakar samo dorong aku sampe nyampak dan dengan cepet dio langsung ngidupke motornyo melarike diri pak.” Sambungnya kembali kepada petugas piket SPKT Polrestabes, Rabu (11/11/20) pukul 13.30 WIB
Akibat dari kejadian itu, YA merasa tidak terima atas penganiayaan itu dan melaporkan kejadian tersebut.
“Aku dak terimo nian pak dengan kelakuan dio, aku berharep dio mempertanggung jawabke perbuatannyo.” Tutupnya.
Kasubbag Humas Polrestabes Palembang, AKP Irene saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan dari korban berinisial YA tersebut.
“Laporan korban sudah diterima petugas SPKT kita, selanjutnya laporan tersebut akan diserahkan ke Unit Reskrim dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Palembang untuk ditindak lanjuti.” Terang Irene.
