29 Oktober 2020 - 15:47 WIB | Dibaca : 1,250 kali

Sosialisasi Naskah Kuno Ogan Komering Ilir, Perkuat Jati Diri Bangsa

Laporan : Diaz
Editor : Noviani Dwi Putri

SWARAID – PALEMBANG, (29/10/20) : Mengenalkan kembali warisan leluhur Sumatera Selatan khususnya naskah kuno Komering Ilir, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia memfasilitasi bidang kebudayaan tahap kedua yang mengkaji potensi yang tersirat dalam naskah kuno Komering Ilir tentang peradaban para leluhur di masa lalu.

Dengan mengundang 50 peserta dari berbagai Kampus dari daerah Komering Ilir, M. Awaluddin  Al Kirom Ketua Pelaksana acara  berharap anak-anak muda, khususnya kaum milenial lebih mengenal naskah kuno. Karena terkandung potensi yang diambil bukan hanya sekedar suatu yang dikeramatkan.

“kita sebagai anak muda lebih mengenal tentang naskah kuno karena didalam naskah ini terdapat rekam jejak peradaban para leluhur” jelasnya.

Muhammad Daud Bengkulah, peraih fasilitasi kebudayaan tahap II 2020 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Menurutnya, pemilihan naskah kuno Ogan Komering Ilir sebagai bahan pembahasan dirinya akui bahwa memiliki data-datanya dan juga telah digitalisasi dan tinggal diterjemahkan. Dari keseluruhan yang telah ditemukan dan digitalisasi olehnya berjumlah 1090 naskah dari berbagai bentuk rupa dari naskah yang ditulis diatas kulit kayu, bilah bambu dan yang terbanyak naskah yang ditulis di kertas Eropa yang hingga saat ini belum keseluruhan diterjemahkan karena penggunaan bahasa Melayu kuno dan juga kondisi fisik dari naskah tersebut sebagian besar telah rusak menjadi kendala dalam penerjemahannya.

“Harapannya tentu generasi milenial lebih dekat dengan yang berbau kuno dan tentu program Pemerintah ini tepat sasaran ke generasi milenial, seperti harapan Presiden bahwa masyarakat Indonesia ini tidak lupa dengan jati dirinya” tutur Muhamad Daud Bengkulah.

Dengan mengundang langsung pemilik dari naskah-naskah kuno dan para ahli di bidang sastra, Muhammad Daud Bengkulah menambahkan terkait dengan sosialisasi naskah kuno Ogan komering Ilir, salah satunya yang menjadi pembahasan. Kepada SWARAID Daud Bengkulah menyampaikan,

“Banyak sekali dari naskah tersebut yang bisa dipelajari, salah satunya tentang keagamaan contohnya yang disebutkan oleh pembicara tentang Isra Mi’raj karya Alfa Imbani Ulama besar Palembang abad ke-18 yang hanya ditemui di manuskrip naskah kuno Ogan Komering Ilir dan belum ditemukan di tempat lain.”

Nyimas Umi Kalsum , Dosen filologi adab humaniora UIN Raden Fatah Palembang yang dipilih menjadi keynote speaker dalam sosialisasi tersebut menerangkan salah satu syair naskah kuno yang cukup terkenal salah satunya Perang Menteng yang terjadi dari abad ke-18 hingga abad ke-19, melalui naskah yang dirinya pernah pelajari. Bahwa ketaatan agama masyarakat Palembang yang sangat luar biasa yang dia jelaskan banyak kajian yang bisa dipelajari misalnya tentang historigrafi perang, jenis syair yang di gunakan, dan banyak hal lagi yang dapat digali.

“Palembang ini melimpah ruah naskah kita yang belum terjamah, jadi jangan bilang sudah tidak ada lagi objek yang dapat dikaji. “Paparnya kepada SWARAID.

Ahmad Rapanie Igama, Budayawan dari Dinas kebudayaan dan pariwisata yang juga penerima Anugerah Kebudayaan kategori pelestari 2016, yang menekuni naskah-naskah Ulu dari aksara Kaganga di Sumatera Selatan. Hadir mewakili Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menuturkan bahwa pengkajian naskah kuno sangatlah penting sebagai peninggalan sejarah dalam kemajuan suatu negara dan penguatan identitas jati diri sebuah bangsa.

“Naskah-naskah kuno ini memiliki pemikiran-pemikiran masa lalu masyarakat Sumatera Selatan, dengan menggali nilai-nilai budaya yang ada didalam naskah tersebut, guna memperkuat jati diri bangsa.” Tutupnya.