12 Januari 2022 - 14:59 WIB | Dibaca : 1,272 kali

Dapat Mempererat Hubungan Asmara? Begini Asal Usul Pohon Cinta di Pulau Kemaro

Laporan : Agustina
Editor : Noviani Dwi Putri

SWARAID, PALEMBANG: Indonesia terkenal sebagai negara yang memiliki beragam kebudayaan. Di samping itu, Indonesia menjadi salah satu negara dengan kepercayaan terhadap mitos yang berkembang di kehidupan masyarakat.

Bahkan di era modern saat ini pun masih banyak masyarakat yang tetap percaya dengan keberadaan mitos yang belum diketahui kebenaranya.

Menurut KBBI, mitos adalah cerita suatu bangsa tentang dewa dan pahlawan zaman dahulu, mengandung penafsiran tentang asal-usul semesta alam, diungkapkan dengan cara gaib.

Salah satu mitos yang berkembang di masyarakat terutama di Sumatera Selatan yaitu Pohon Cinta di Pulau Kemaro yang berada di kawasan wisata Sungai Musi.

Pohon Cinta dipercaya dapat mempererat hubungan asmara maupun prihal jodoh.

Dikisahkan salah satu pengurus maupun masyarakat yang telah lama berada di Pulau Kemaro dan menjaga kelenteng yang ada di pulau tersebut, Burhan (55).

Pohon Cinta berdiri sejak tahun 1985 yang dulunya hanya sebuah pohon beringin dikelilingi dengan rawa-rawa, bahkan tidak terurus.

Menurut Burhan, sebutan Pohon Cinta itu ada sejak tahun 2002 an. Ketika itu ada kunjungan dari Dinas Pariwisata dan rombongan travel datang ke Pulau Kemaro untuk jalan-jalan melihat sekitar pulau.

Karena tidak ada yang dapat diceritakan tentang Pulau Kemaro, kebetulan waktu itu mereka melihat sebuah pohon beringin yang dikerumungi oleh anak-anak muda sedang duduk santai dan berpacaran. Sehingga mulai ada sebutan bahwa itu Pohon Cinta sesuai dengan kondisinya waktu itu.

“Karena ada yang menanyakan nama pohon tersebut, akhirnya disebutlan sebagai Pohon Cinta yang sesuai dengan keadaan disana waktu itu,” ujarnya.

Akan tetapi, bagi Burhan hal tersebut hanyalah mitos belaka yang terus berkembang di masyarakat.

Ia menyampaikan, Seharusnya sebagai generasi muda itu tidak usah ikut mempercayakan hal tersebut, apa lagi dijaman yang sudah maju ini yang lebih baik menjaga kelestarian alam cagar budaya bukan malah merusak alam.

Diketahui, sejak adanya Pohon Cinta tersebut membuat berbagai wisatawan dari berbagai kalangan datang hanya untuk melihat dan melakukan ritual yang bertujuan untuk mempererat hubungan cinta mereka ataupun perihal jodoh dengan menuliskan nama pasangannya di pohon beringin tersebut.

Parahnya ranting-ranting yang ada dipohon beringin tersebut juga banyak yang patah dan tidak terlihat indah lagi karena banyaknya pengunjung yang ingin menulis nama pasangan mereka.

Burhan juga mengatakan, tidak dibenarkan untuk masyarakat melakukan ritual mencoret di pohon maupun tempat lainnya dan telah disosialisasikan pada masyarakat yang ingin berkunjung di Pohon Cinta.

“Telah diberitahukan kepada masyarakt, namun tetap saja masih ada yang mencoret pohon walaupun hanya 1 sampai 3 orang saja yang menulis di pohon cinta tersebut,” ungkapnya.

Saat ini, Pohon Cinta telah dipagar untuk menghindaki pengrusakan dari oknum yang tidak bertanggung jawab.

Lebih lanjut Burhan menyarankan untuk masyarakat sebagai makluk yang beragama dan masing-masing mempunyai kepercayaan tidak seharusnya mempercayakan mitos ini.

“Sebenarnya bukan hanya mempererat hubungan saja, Pohon Cinta inipun di percaya dapat membuat pasangan yang sudah menikah untuk bercerai, itukan tergantung dari pasangan itu sendiri bukan dari sebuah pohon” tutupnya.

Sementara salah satu pengunjung pulau kemaro, May (19) mengaku penasaran meskipun tidak percaya dengan mitos yang berkembang dan tidak pernah mencobanya.

“Sebenarnya penasarannya tapi gak percaya juga, kan Cuma mitos,” gesah May.