SwaraID – Palembang, (02/10/20) : Pro dan kontra pelaksanakan Pilkada Serentak 2020 menuai banyak komentar dari berbagai elemen, mengingat Pilkada Serentak tersebut dilaksanakan di tengah Covid-19 pada Desember mendatang. Ketua PKC PMII Sumsel, Husin Rianda menyampaikan pandangannya kepada reporter SwaraID terkait pelaksaan Pilkada Serentak tahun 2020 yang akan dilaksanakan Desember mendatang.
“Untuk pilkada ini kami menyuarakan baiknya ditunda demi menyelamatkan nyawa Rakyat Indonesia dan Rakyat Sumsel khususnya, banyak faktor sehingganya pilkada ini harus ditunda bahkan dari sebelum terlaksananya pilkada ini pun sudah berdampak dan menjadi klaster baru yaitu klaster pilkada covid-19 dimana baik pelenggara maupun kandidat di beberapa daerah banyak yang terpapar covid bahkan ada yang sudah meninggal dunia , seharusnya ini bisa menjadi referensi untuk penundaan pilkada” jelas Husin.
Husin juga menambahkan tidak ada alasan yang lebih efektif selain penundaan Pilkada serentak tahun 2020 ini. “maka tidak ada alasan yang lebih efektif selain penundaan pilkada, tetapi sampai saat ini belum ada juga sikap tegas dari Pemerintah pusat, khususnya Presiden. Karena ini semua hanya bisa ditunda jika Presiden langsung yang memberikan keputusan, jangan sampai ini menjadi penyesalan bagi negara maupun Presiden” ungkap Husin.
Sementara itu, nada yang sama juga disampaikan oleh tokoh Politik Sumsel, Drs. Ramlan Holdan yang juga menjadi pembicara dalam Forum Diskusi Sumatera Selatan.
“Prinsipnya demi menyelamatkan jiwa karena menurut data dari IDI, angka kematian ini mencapai 5,70% ini sudah melampaui angka nasional lebih mudhorat itu, dan juga dalam konteks demokrasi ini sangat tidak mendidik, karena salah satu indikator demokrasi adalah partisipasi, dan karena Covid-19 ini pastisipasi masyarakat dalam pilkada ini karena akan tersendat” ungkap Ramlan.
Tokoh Politik Sumsel Drs. Ramlan Holdan juga menambahkan tentang pandangannya terhadap urgensi politik terkait pelaksaan Pilkada Serentak Tahun 2020 ini
“Urgensi politiknya soal penyelamatan, demokrasi itu untuk menyelamatkan rakyat, tetapi dalam kondisi covid-19 ini kalau demokrasi tidak menyelamatkan artinya kita mengingkari arti demokrasi itu sendiri” tutup Ramlan.
