24 September 2020 - 00:47 WIB | Dibaca : 2,119 kali

Sejak Lebaran Pasokan Tidak Stabil, Gas 3 kg di Sungsang jadi Mahal

Laporan : Novi
Editor : Ki Edi Susilo

SwaraID – Banyuasin, (23/09/20) : Masyarakat Banyuasin II mengeluhkan mahalnya harga gas 3 kg. Tingginya harga gas ini sudah berlangsung sejak menjelang Idul Adha 2020, mencapai harga Rp.35.000,- sampai Rp.40.000,- disertai kelangkaan barang.

“Waktu lebaran itu sudah susah cari gas, kami sampai keluar Sungsang cari gas, harga juga mahal. Nah sekarang ini barangnya ada di warung, tapi harga mahal juga,” keluh Bila (30) salah satu warga kepada SwaraID.

Berdasarkan penuturan ibu rumah tangga tersebut, harga gas sekarang masih di kisaran Rp.30.000,- sedangkan harga normal Rp.25.000,-

Tingginya harga gas ini bukan saja menjadi keluhan bagi ibu-ibu rumah tangga, tapi juga pedagang makanan.

“Berat lah, kami selama Covid-19 ini kan kena dampak juga Mbak, penjualan kami turun tidak sama dengan semasa sebelum Covid-19 ini. Ditambah lagi harga gas mahal, terasa sekali Mbak,” penuturan Erma ketika disambangi ke kedai nasi miliknya.

Erma mengaku harus menambah anggaran belanja warungnya. Tapi ia tidak berani jika harus menaikkan harga jual, khawatir dimasa pandemi pelanggannya akan merasa keberatan.

Ditemui ketika sedang melayani pembeli di warung miliknya, Maman (40) membenarkan hal tersebut. Menurutnya semenjak Idul Adha pasokan gas tidak stabil, malah ia sempat tidak bisa berjualan gas dikarenakan tidak mendapat pasokan.

“Masih sulit Bu dapat barang, kalau biasanya saya pesan pagi, sore hari barang sudah datang, sekarang bisa sampai lima, enam hari barang baru datang. Kalau masalah harga kami ya ikut yang disana Bu, kalau dari sananya naik ya kami naik, kalau turun ya turun.” Terangnya.