11 Oktober 2022 - 18:48 WIB | Dibaca : 15,001 kali

Scold’s Briddle; Hukuman Bagi si Tukang Gosip di Abad Pertengahan

Laporan : Tim Swara
Editor : Noviani Dwi Putri

Pada abad pertengahan, kegiatan membicarakan rumor atau gosip merupakan tindakan kejahatan

SWARAID, JAKARTA: Bergunjing alias berghibah atau dengan sebutan lainnya bergosip ialah aktivitas membicarakan tentang kehidupan orang lain yang cenderung dalam perspektif yang negatif.

Walau pada awalnya bergosip diidentikkan dengan kumpulan para kaum hawa, namun sepertinya di masa sekarang penyakit satu ini sudah merebak ke lintas gender, alias siapa saja.

Terlebih di era dengan teknologi yang kian canggih, informasi yang dapat dengan mudah dan cepat menyebar luas. Seperti tak ada lagi sekat ruang dan waktu.

Namun ada yang menarik yang berkaitan dengan gosip yang telah dicatatkan dalam sejarah.

Di Eropa pada abad pertengahan memiliki hukuman bagi masyarakat yang melakukan kegiatan gosip ini.

Mereka kala itu mempunyai alat penghukum bagi penggosip. Alat tersebut dinamakan Scold’s Briddle.

Scold’s Briddle ialah sebuah kerangka besi yang berbentuk seperti topeng yang ditemukan pada 1567 di Skotlandia.

Alat tersebut memiliki bagian bernama bridle-bit yang berfungsi untuk menahan lidah dari pemakainya.

Pada bagian ini terdapat besi runcing dibagian atas dan bawah lidah yang dapat menembus lidah, hal tersebut bertujuan untuk membuat pemakainya tidak dapat berbicara

Penggunaan Scold’s Briddle ini bermula pada sekitar akhir abad ke-16 hingga awal abad ke-17 dimana terdapat kekhawatiran terhadap kaum perempuan yang ‘kehilangan kendalinya’ seperti membuat kerusuhan dengan tetangga, menentang suaminya, hingga menentang pendeta, hal tersebut bisa dilihat dalam tulisan Shakespeare yang berjudul “Taming of the Shrew”.

Pada sumber lain, disebutkan juga bahwa pada abad pertengahan, kegiatan membicarakan rumor atau gosip merupakan tindakan kejahatan.

Kepercayaan pada masa itu meyakini bahwa menghukum tubuh seseorang adalah satu-satunya cara untuk menebus dosa seseorang.

Sehingga untuk menebus kesalahan dan kembali suci maka diperlukan alat untuk memberikan rasa sakit untuk mengembalikan kemurnian diri.

Penggunaan Scold’s Briddle pada masanya merupakan sebuah penghinaan publik bagi wanita Eropa pada abad pertengahan.

Pria pada abad pertengahan di Eropa apabila mendengar bahwa istrinya terlibat dalam suatu gosip, maka mereka akan memasangkan tali kekang kewajah istrinya sebagai hukuman.

Kemudian suami dari pemakai Scold’s Briddle tersebut akan mengikatkan tali pada istrinya yang kemudian akan diajak untuk berjalan-jalan mengelilingi kota, terkadang sang suami juga akan menempelkan bel dibagian atas tali kekang untuk menarik perhatian dari orang disekitar.

Tentunya pemakai dari Scold’s Briddle tersebut akan mendapat hinaan dari orang-orang yang ia temui di jalan serta merasa malu sehingga menimbulkan efek jera.

Selain ditujukan untuk orang yang terlibat sebuah rumor, alat hukuman ini juga ditujukan bagi mereka yang di curigai terlibat dalam praktik sihir.

Sayangnya alat ini diperuntukan untuk kalangan kebawah, sedangkan anggota pengadilan dan kalangan keatas secara tidak resmi diizinkan bergosip dikarenakan tidak takut terhadap hukuman yang akan diberikan.