SWARAID-PALEMBANG, (08/02/2021): Kasus penodongan yang baru-baru ini terjadi di atas jembatan Ampera, yakni pada Kamis malam (04/02) sekitar pukul 22.00 WIB menyisakan kekhawatiran atas keamanan dan kenyamanan bagi pengguna jalan. Menjadi korban atas tindak kriminal tersebut merupakan pendatang dari luar kota.
Meski empat orang pelaku aksi kriminal tersebut telah diamankan oleh pihak berwajib kurang dari 24 jam dari kejadian penodongan, keamanan dan sterilisasi pada beberapa titik-titik rawan aksi kriminalitas haruslah tetap diperketat.
Menanggapi hal tersebut, Ratu Dewa akan lebih memperketat patroli yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kota Palembang. Pol PP akan ditugaskan untuk standby dan lebih mobile dalam melakukan pengamanan, serta selalu berkoordinasi dengan Tim Patroli Hunter Polrestabes Kota Palembang.
“Setelah berkoordinasi dengan dengan pak Kapolrestabes, nanti akan kita optimalkan lagi terhadap keberadaan Hunter. Kalau untuk penempatan Pol PP, saya sudah minta supaya mobile. Jadi ada patroli khusus, tidak hanya di BKB termasuk di atas Ampera, Musi IV dan juga Musi VI, kemarin sudah saya kasih tau supaya segera untuk di adakan patroli.” Ungkapnya.
Lebih lanjut terkait aksi penodongan yang menimpa wisatawan, Ratu Dewa mengimbau atas nama Pemerintah Kota Palembang agar lebih berhati-hati saat di muka umum. Selain itu demi menjaga citra aman dan nyaman di kota Palembang seperti di area Benteng Kuto Besak (BKB), Ratu Dewa menyebutkan ke depan Pemkot dan Kapolrestabes akan lakukan pertemuan untuk membangun pos patroli.
“Terkait penambahan pos di atas Ampera belum ada pembahasan kesana, tapi mungkin ke depan ada bahasan lebih lanjut antara pak Wali dengan Forkompinda, nanti akan kita optimalkan lagi terhadap keberadaan Hunter, termaksud kegiatan-kegiatan di tempat-tempat tertentu untuk memberikan pengamanan dan rasa nyaman bagi masyarakat.” Jelasnya.
Di luar hal itu, menanggapi terkait salah satu pelaku yang masih di bawah umur, Ratu Dewa menyebutkan terhadap pelaku akan dilakukan pendampingan dari organisasi perlindungan anak.
“Tentunya kan pasti ada pendampingan juga dari organisasi terhadap perlindungan anak, tentu dari aparat keamanan juga pasti memperhatikan itu”. Tutupnya.
