9 Desember 2022 - 11:36 WIB | Dibaca : 608 kali

Pemkab Muara Enim Dukung Program Kemenkes RI; Eliminasi Malaria 2023

Laporan : Febri
Editor : Noviani Dwi Putri

Indonesia merupakan salah satu negara yang ditetapkan sebagai endemi malaria oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO)

SWARAID, MUARA ENIM: Penjabat (Pj) Bupati Muara Enim Kurniawan menerima audiensi dari Tim Penilai Kementerian Kesehatan RI di Rumah Dinas Bupati Muara Enim, Rabu (7/12/22), dalam rangka uji petik Penilaian Eliminasi Malaria di Kabupaten Muara Enim.

Tim tersebut terdiri dari Ketua Pemberantasan Penyakit Parasit Indonesia/Anggota Tim Komisi Penilaian Eliminasi Rita Kuriastuti didampingi Anggota Tim Kerja Subdi Penyakit Tular Vektor Minerva Theodora dan Dedy Supriyanto, serta Anggota Tim Kerja Penyakit Menular Vektor dari GF Malaria, Aditya Kris Nugroho juga Tim Penilai dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatra Selatan Linda Parida.

Rita menyampaikan, dengan kondisi geografis Indonesia yang begitu luas dan beragam, maka akan sulit untuk mencapai eliminasi malaria pada 2030 jika tidak dilakukan secara bertahap dan tersinergi yang dimulai dari tingkat kabupaten termasuk di antaranya Kabupaten Muara Enim.

“Untuk itulah, kita hadir di sini mengajak semua berkomitmen bagaimana caranya agar target eliminasi malaria tersebut dapat tercapai, mengingat Indonesia merupakan salah satu negara yang ditetapkan sebagai endemi malaria oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO),” ucap Rita.

Ia melanjutkan, permasalahan ini tidak bisa diselesaikan oleh tenaga kesehatan saja, namun sangat perlu melibatkan stakeholder terkait lainnya.

“Semoga, dengan kerja sama yang baik antar semua pemangku kepentingan, Kabupaten Muara Enim dapat mencapai eliminasi malaria sesuai dengan yang diharapkan, dan pascaeliminasi tidak ada penularan lagi.

Menanggapi hal tersebut, Pj Bupati Muara Enim bersama Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Kepala Dinas Kesehatan, dan Kepala Dinas Kominfo berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap program eliminasi malaria ini, di antaranya mengalokasikan dana APBD dan bekerja sama dengan Perusahaan melalui dana CSR.

“Memang, melihat kondisi daerah di Kabupaten Muara Enim ini sangat beragam dan luas, ada tambang ada perkebunan, ada sungai, dan berbagai kondisi daerah lainnya apalagi penyakit malaria sendiri sudah terdeteksi di Kecamatan Lawang Kidul dan Tanjung Agung artinya hal ini menjadi keseriusan kami ke depan dalam mengeliminasi malaria tersebut sehingga sejalan dengan program nasional pada 2030 nanti, kita bebas penyakit malaria,” ujar Pj Bupati.

Selain menyiapkan anggaran, Pj Bupati sangat mengharapkan dukungan, saran, dan masukan dari Tim Kemenkes RI terkait program ini. Terutama kepada tenaga kesehatan yang ada di Kabupaten Muara Enim sehingga apa yang dilakukan dapat benar-benar tepat sasaran.