8 Desember 2021 - 14:18 WIB | Dibaca : 1,032 kali

Harno : Penanganan Stunting Akan Menjadi Prioritas Tiap OPD di Palembang

Laporan : Diaz
Editor : Noviani Dwi Putri

SWARAID, PALEMBANG : Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam rentang yang cukup waktu lama, umumnya hal ini disebabkan karena konsumsi yang diberikan kepada anak berusia 0-59 bulan tidak mencukupi kebutuhan gizi, gejala stunting biasanya muncul ketika anak berusia 2 tahun.

Gejala anak terkena stunting adalah badan yang lebih kecil dari anak normal seusianya, pertumbuhan yang tertunda, serta perkembangan otak yang tidak maksimal.

Seluruh instansi kesehatan Palembang terus berupaya keras memberikan bantuan pemberdayaan kepada para orang tua, baik dalam bentuk edukasi maupun material.

Terbukti hingga kini persentase stunting di kota Palembang telah berada di angka stunting nasional.

Walikota Palembang Harnojoyo di acara “Review Konvergensi Stunting pada Aksi Integrasi Stunting di Kota Palembang” pada hari Kamis (08/12/22) mengatakan bahwa dia akan memastikan penanganan stunting akan terus menjadi prioritas tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di Palembang.

“Tadi kita dengar di acara review bahwa di Palembang ini tiap tahun menurun angka stunting, kini tinggal 1.3% dari seluruh anak dan kedepannya kita akan terus berupaya agar tingkat stunting ini akan terus kita tekan,” kata Harno.

Sekitar 1500 anak di Palembang masih terkena stunting, meski ini jauh lebih rendah dari rata-rata nasional sebesar 30%, Harnojoyo mengatakan bahwa pencegahan stunting tidak akan berhenti sampai tidak ada lagi anak di Palembang yang memiliki gejala ini.

“Apa yang akan terjadi dengan bangsa ini tergantung dengan bagaimana keadaan anak yang kita besarkan saat ini, jadi mereka harus tumbuh sehat, cerdas dan menjadi unggulan,” tutup Harnojoyo.