Bripka RR dan Bharada E, dua ajudan Sambo ini memberikan pernyataan yang berlawanan dengan keinginan Sambo
SWARAID, JAKARTA: Hingga saat ini, penyidik masih terus melakukan pemeriksaan untuk memecahkan drama penembakan Brigadir J yang telah menyeret begitu banyak nama di korps kepolisian.
Perjalanan penyelesaian kasus ini nampaknya akan memakan waktu yang panjang. Meski begitu, dua ajudan Ferdy Sambo mulai memberontak, keluar dari skenario yang dirancang Sambo.
Dikabarkan Bripka RR dan Bharada E, dua ajudan Sambo ini memberikan pernyataan yang berlawanan dengan keinginan Sambo.
Berjalan dua bulan kasus ini, berikut sejumlah perkembangan terbaru kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.
Dugaan Ferdy Sambo meminta ajudannya berkumpul di Provos Polri
Kuasa hukum Bripka RR alias Ricky Rizal, Erman Umar membeberkan kliennya sempat dipanggil Ferdy Sambo untukmengikuti skenarionya. Hal tersebut sesuai dengan berita acara pemeriksaan (BAP) Bripka Ricky Rizal (RR).
“Kalau tidak salah (berkumpul, red) di Provos Polri. Itu mungkin Ferdy Sambo yang berperan,” ujar Erman Umar di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (13/9/22).
Erman Umar enggan merinci pertemuan tersebut terjadi pasca insiden pembunuhan Brigadir J. Sebab, dia mengaku baru sepintas membaca BAP tersebut.
Tapi dia meyakini ada pertemuan yang diminta Ferdy Sambo untuk merekayasa kejadian di rumah dinasnya.
“Saya tidak baca lengkap itu BAP karena tebal juga. Namun, sepintas saya lihat dia (Bripka RR) sempat dikumpulkan (Ferdy Sambo),” tambahnya.
Menurut Erman, berkumpulnya geng Ferdy Sambo itu diduga terjadi guna memuluskan skenario baku tembak.
“Siapa lagi kalau bukan Sambo. Namun, mungkin Sambo sudah mengatur agar dikumpulkan di Provos, persiapan,” imbuhnya.
Putri Candrawathi (PC) membuat rekening atas nama Bripka RR
Erman Umar juga mengatakan kliennya, Bripka RR, memang mempunyai sebuah rekening atas namanya, namun rekening tersebut bukan milik pribadi.
Dijelaskan Erman, istri Irjen Ferdy Sambo, PC yang membuat rekening tersebut untuk keperluan kedinasan dengan menggunakan nama Ricky Rizal (RR).
“Soal rekening, saya dengar itu bukan milik pribadi masing-masing ajudan. Itu untuk kedinasan,” kata Erman Umar di Bareskrim Mabes Polri, Selasa (13/9/22).
Erman Umar mengaku hal tersebut diberitahu langsung oleh Bripka Ricky Rizal. PC secara sengaja membuat rekening tersebut atas nama RR untuk keperluan di Magelang, Jawa Tengah.
“Misalnya si RR itu untuk keperluan rumah tangga di Magelang,” jelasnya.
Erman mengungkapkan isi rekening atas nama Ricky Rizal memang bernilai ratusan juta.
“Saya pernah dengar ada ratusan juta juga. Jadi, pada 2021, baru dibuka rekening itu. Itu ibu PC (Putri Candrawathi) yang meminta dibuka rekening atas nama Ricky Rizal,” ungkapnya lagi.
Namun, Erman Umar menegaskan saldo rekening tersebut bukan milik Bripka Ricky Rizal dan menegaskan bahwa kliennya tidak mendapat apapun terkait kasus kematian Brigadir J.
Indonesia Police Watch: Skenario Sambo masih berhasil
Indonesia Police Watch (IPW) menilai skenario Ferdy Sambo dikatakan masih berhasil dalam merekayasa kasus pembunuhan berencana Brigadir J.
Diterangkan Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso, hal tersebut dibuktikan dengan belum ada penahanan terhadap istri Ferdy Sambo, PC meski telah ditetapkan sebagai tersangka.
“Komnas HAM dan Komnas Perempuan kompak mengikuti keterangan Putri Candrawathi. Ibu Putri lantas kembali melontarkan isu pelecehan seksual di Magelang, Jawa Tengah,” ujar Sugeng Teguh, Selasa (13/9/22).
Sugeng Teguh menerangkan bahwa pihaknya melihat tidak ada pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J kepada PC di Magelang.
Menurut Sugeng, keraguan terkait pelecehan seksual itu terkuak dari pernyataan Kabareskrim Mabes Polri dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
“Kabareskrim menyatakan memerlukan bukti yang lain dan pendalaman bukti, kemudian LPSK juga menyatakan agak aneh ada pelecehan seksual,” jelasnya.
Selain itu, Sugeng Teguh mengungkapkan jika terjadi pelecehan seksual, Ferdy Sambo seharusnya membuat laporan di Magelang, Jawa Tengah.
“Kalau ada pelecehan, suaminya (Ferdy Sambo) seharusnya lapor polisi ketika di Magelang,” imbuhnya.
Sehingga, menurut Sugeng, pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi itu tidak pernah terjadi oleh Brigadir J.
