19 Juni 2022 - 10:35 WIB | Dibaca : 723 kali

Ancaman Bagi Kesehatan, Kaum Rebahan Kudu Waspada!

Laporan : Tim Swara
Editor : Noviani Dwi Putri

Rebahan memang nyaman, tapi jika menjadi gaya hidup tentu mengundang bahaya

SWARAID, PALEMBANG: Kemajuan teknologi memudahkan setiap orang dalam mengakses berbagai hal, hiburan, informasi, hingga layanan belanja dan pengiriman barang. Kemudahan ini membuat sebagian besar orang melakukan berbagai aktivitas cukup dari rumah melalui gawai mereka.

Beberapa waktu belakangan, fenomena kaum rebahan menjadi gaya hidup baru di kalangan masyarakat. Salah satu faktor pemicunya adalah pandemi yang mengharuskan setiap orang untuk lebih banyak diam di rumah.

Namun setelah pandemi usai pun, kaum rebahan bukan berkurang tapi bisa dikatakan justru semakin bertambah populasinya.

Bagi kaum rebahan, biasanya akan mencari posisi nyaman untuk beraktivitas sembari rileks.

Namun jika dibiarkan terlalu lama, kenyamanan ini dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.

Mempengaruhi neuron otak

Menurut American Addiction Center Resource, penelitian di Wayne State University School of Medicine yang diterbitkan dalam Journal of Comparative Neurology menggambarkan apa yang terjadi di otak ketika mereka menghabiskan waktu mereka secara aktif dan tidak aktif.

Yang perlu diketahui tentang otak kita adalah otak terdiri dari neuron, yang terkadang disebut sebagai sel saraf.

Otak memiliki kapasitas untuk menghasilkan neuron baru hingga usia tua dan memiliki kemampuan untuk mengubah dan memperbaiki neuron yang rusak seperti yang terganggu oleh penggunaan alkohol kronis (tidak, alkohol tidak benar-benar membunuh sel-sel otak).

Tetapi, bagaimanapun aktivitas atau ketidakaktifan memengaruhi neuron masih menjadi misteri. Dalam studi di atas, para peneliti memfokuskan pada bagian otak yang disebut medula ventrolateral rostral, yang mengontrol sistem saraf simpatik.

Mereka mempelajari bagian otak yang memengaruhi aktivitas pembuluh darah, tekanan darah, dan risiko terkait penyakit jantung.

Gambaran otak manusia menunjukkan bahwa, seperti otak tikus, kita juga memiliki bagian otak ini dan fungsinya sama. Terdapat dua kelompok tikus yang diberi perlakuan yang berbeda.

Kelompok pertama dilengkapi roda latihan di kandang, sedangkan kelompok kedua tanpa roda latihan.

Otak tikus yang aktif terlihat sama seperti sebelum penelitian, berfungsi dengan baik. Akan tetapi, neuron dari tikus yang tidak banyak bergerak telah menumbuhkan banyak cabang tambahan.

Meski terdengar seperti suatu kelebihan, cabang neuron yang tidak perlu di bagian otak ini menciptakan sistem saraf simpatik yang terlalu aktif, yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan masalah terkait yang menyebabkan penyakit jantung.

Dampak buruk kesehatan lainnya 

Better Health menyatakan beberapa dampak buruk lain dari gaya hidup sering rebahan adalah

  1. Otot kaki dan bokong menjadi lemah dan mengecil
  2. Pencernaan tidak efisien dan lemak dalam tubuh bertambah
  3. Otot fleksor pinggul memendek dan dapat menyebabkan masalah sendi pinggul
  4. Masalah punggung, terutama jika terus-menerus duduk dengan postur yang buruk
  5. Risiko kecemasan dan depresi lebih tinggi
  6. Risiko kanker, termasuk kanker rahim, paru-paru, dan usus besar
  7. Penyakit jantung
  8. Diabetes
  9. Varises
  10. Trombosis vena dalam
  11. Leher dan bahu kaku

Menjaga kesehatan kaum rebahan

Walau malas bergerak (mager), tapi kaum rebahan tidak boleh abai terhadap kesehatan diri. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan kaum rebahan tanpa banyak membuang tenaga

  1. Melalukan stretcing (peregangan) di pagi hari sebelum melakukan aktivitas selama 5-10 menit. Peregangan. Melakukan peregangan sangat berguna untuk mengurangi resiko kekakuan otot. Intensitas peregangan boleh ditambah pada waktu sore hari bila perlu.
  2. Menyempatkan untuk berolahraga agar metabolisme tubuh bekerja dengan baik dan meningkatkan kebugaran. Mager tidak boleh dijadikan alasan untuk tidak berolahraga, minimal olahraga ringan seperti jalan kaki.
  3. Memberi jeda di sela-sela aktivitas, jangan biarkan tubuh berada di posisi yang sama dalam waktu yang lama. Misalkan berjam-jam duduk di depan komputer tanpa merubah posisi.
  4. Perhatikan asupan nutrisi yang kamu konsumsi, jangan sampai melupakan jam makan dan kekurangan cairan. Itu akan berdampak sangat buruk untuk tubuhmu.
  5. Pahami pesan yang disampaikan tubuhmu, jika terasa pegal di salah satu bagian tubuh, itu artinya ia lelah dan butuh istirahat.