oleh

Wikandaru : PT Pos Indonesia Ikut Serta Melajukan Pertumbuhan Ekonomi

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :650 kali | Durasi baca : 2 Menit

SWARAID-PALEMBANG, (09/03/2021): Kembangkan sinergitas dengan pemerintah kota Palembang, Kepala Regional Sumbagsel PT Pos (Persero) Indonesia, Wikandaru Mujadi sambangi rumah dinas Walikota Palembang. Dihadapan para awak media usai melakukan pertemuan dengan Walikota Palembang H Harnojoyo, Wikandaru menyampaikan akan mengembangkan kerjasama dengan pihak Pemkot Palembang kedepannya,

“Kami menyambut baik kerja sama ini dan bisa dikembangkan, dalam bidang-bidang baik itu jasa pengiriman petugas kemasyarakatan seperti community office oplication, penyaluran dana, dan banyak lagi yang bisa dilakukan sama ini dengan PT Pos Indonesia.” Kata Wikandaru.

Seperti pada halnya penyaluran dana Bantuan Sosial Tunai (BST) yang merupakan program strategis penanganan stunting oleh Kementerian Sosial, dimana mekanisme penyaluran dana tersebut menggunakan jasa PT. Pos Indonesia.

Di kota Palembang sendiri keluarga penerima manfaat dari BST tercatat saat ini mencapai 36.000 lebih KPM. Wikandaru menyebutkan terkait penyaluran BST akan dilakukan dengan pedoman 3M, tak hanya itu bahkan menurutnya kehadiran penerima manfaat ke Kantor Pos pun akan diatur dengan penjadwalan, agar tidak terjadi penumpukan massa.

Baca Juga :  Audensi ke Pemkot, Bujang Gadis Kampus Sumsel ; Tidak Hanya Intelektual !

“Pada penyalurannya itu, selalu kita lakukan protokol kesehatan yaitu menjaga jarak, kemudian memakai masker dan juga cuci tangan dan terutama dalam pengaturan pembayaran itu dibuat schedule, dan seterusnya.” Sebutnya.

Wikandaru Mujadi lebih lanjut menjelaskan, sebagai upaya ikut serta dalam melajukan pembangunan ekonomi di kota Palembang, PT. Pos Indonesia melakukan kerjasama dengan beberapa pengusaha pempek di Palembang guna membantu pendistribusian keluar kota.

Namun diungkapkan Wikandaru Mujadi pada masa pandemi terjadi penurunan kuantitas pengiriman bahan pangan, seperti pempek yang menjadi langganan pengiriman keluar kota. Bila sebelum pandemi pengeriman pempek disebutkan Wikandaru dapat mencapai satu ton perharinya dengan tujuan pengiriman terbanyak ke ibukota Jakarta, di saat ini penurunannya mencapai maksimal 20 sampai 30 persen perhari.

“Jadi, kita ingin ikut serta untuk pembangunan ekonomi itu secara baik dan merata. Kita sudah bekerja sama dengan beberapa pengusaha untuk pempek jadi semuanya kita tingkatkan. Sekarang relatif sama, hanya karena dampak pandemi mungkin agak turun sedikit, begitu. Sekitar 20 sampai 30 persen penurunannya perhari.”

UMKM Kito - Solusi UMKM Go-Online

Komentar

Berita Lainya