oleh

WHO : Belum Ada Riset Lengkap Kemanjuran Vaksin Kurangi Penularan Covid-19

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :296 kali | Durasi baca : 1 Menit

SWARAID-JAKARTA, (19/01/2021): Wacana pemberian sertifikat bagi penerima vaksin covid-19 dilontarkan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin pada rapat kerja dengan Komisi IX DPR beberapa waktu lalu. Menkes merencanakan serifikat tersebut dapat dijadikan syarat perjalanan tanpa harus melakukan tes swab. Namun mendapat kritik dari Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PDIP Rahmad Handoyo. Rahmad menilai, meski sudah divaksin bukan berarti sudah dijamin bebas.

Kritik dari Rahmad Handoyo ini sejalan dengan ahli epidomiologi Universitas Griffith, Dicky Budiman. Dikutip dari Katadata.co.id, Dicky mengingatkan bahwa vaksin virus Corona tak dapat memutus mata rantai penularan. Setelah divaksin mayarakat masih bisa menularkan atau tertular virus meski tingkat presentase penularannya belum diketahui.

“Saya tekankan, vaksin bukan segalanya. Vaksin tidak akan sukses tanpa penerapan 3T dan 3M.”

Bahkan World Health Organization (WHO) tidak menyarankan bukti vaksinasi Covid-19 dijadikan syarat perjalanan. Organisasi kesehatan dunia tersebut menilai, belum ada riset lengkap terkait kemanjuran vaksin dalam mengurangi penularan virus Corona.

Pada pertemuan Komite Darurat WHO, para panel menyatakan perlu ada penelitian lebih lanjut terkait kemanjuran vaksin Covid-19, durasi perlindungan terhadap penyakit parah dan infeksi tanpa gejala, durasi kekebalan setelah infeksi atau vaksinasi, serta perlindungan setelah dosis tunggal.

Baca Juga :  Tolak Sistem Rekrut PPPK, PGRI Akan Surati Kementerian dan Lembaga Terkait

Ahli Darurat Utama WHO, Mike Ryan justru menghimbau negara-negara menerapkan pembatasan bepergian karena kasus Covid-19 terus melonjak.

Komentar

Berita Lainya