20 September 2020 - 18:52 WIB | Dibaca : 1,448 kali

TP PKK Talang Lubuk Produksi Tepung Buah Nipah

Laporan : Novi
Editor : Muslim

SwaraID – Banyuasin, (20/09/20) : Nipah yang bernama latin Nypa frutican (Thunb.) Wurmb merupakan salah satu tanaman bakau dari suku palmae yang banyak tumbuh di sepanjang sungai berair payau sering dimanfanfaatkan daunnya oleh penduduk sekitar perairan sebagai bahan pembuatan atap. TP PKK Desa Talang Lubuk kecamatan Sumber Marga Telang berhasil mengolah daging buah nipah menjadi tepung.

Proses pembuatan tepung buah nipah ini memakan waktu lebih kurang 7 (tujuh) hari, dimulai dari mengupas kulit buah, membersihkan kulit ari, dilanjutkan dengan menggiling daging buah. Buah yang telah halus akan diayak dan terakhir dijemur dibawah sinar matahari.

Jika melihat kandungan gizi pada buah nipah, tumbuhan ini berpotensi menjadi pakan alternatif. Dikutip dari Kompasiana, kandungan gizi gula nipah cukup baik, yaitu karbohidrat (89,61%), protein (5,95%), kadar Ca (44,58 mg/kg), dan kalori (3.172 cal/gr). Mengandung serat tinggi dengan gula lemak dan kalori rendah yang berpotensi untuk dijadikan makanan bagiborang yang melakukan diet. Tepung nipah mengandung sembilan dari dua belas asam amino esensial, yaitu Histidin, Ariginin, Threonin, Valin, Methionin, Iso-leusin, Leusin, Phenil alanin, dan lysin yang sangat dibutuhkan tubuh manusia.

“Tepung buah nipah ini bisa diolah menjadi berbagai macam kue dan bolu. Olahan dari tepung nipah buatan ibu-ibu PKK ini sudah pernah kami sajikan untuk bapak Bupati dan alhamdulillah mendapat apresiasi,” ujar Mai Sanusi, ketua TP PKK Desa Talang Lubuk.

Tepung buah nipah ini rencananya akan diikutsertakan dalam lomba olahan buah nipah yang akan diselenggarakan di Sumber Marga Telang Oktober mendatang. Selama ini, pohon nipah hanya dimanfaatkan masyarakat dengan mengambil daunnya sebagai atap.

Mendukung kegiatan TP PKK Desa Talang Lubuk, pemerintah kabupaten Banyuasin telah menyiapkan bantuan berupa mesin penggiling tepung. Karena dalam pengolahan buah nipah ini masih menggunakan mesin parut kelapa.

Ketika ditanya kendala, Mai mengeluh perihal bahan baku yang mulai sulit didapat di daerah tersebut. Mereka harus keluar untuk mendapatkan pohon nipah dengan kualitas buah yang baik. Sungsang dan Sungai Dungun adalah wilayah yang masih banyak tersedia pohon nipah.

“Jika pemasarannya baik, kami pastikan akan terus membuat tepung buah nipah ini. Semoga ini bisa jadi sumber pendapatan baru bagi warga kami, bisa membantu mengangkat kesejahteraan masyarakat.” Harap Mai.