25 November 2020 - 06:30 WIB | Dibaca : 1,179 kali

Tak Terima Dianiaya Pacar, Seorang Guru Muda Lapor Polisi

Laporan : Surya
Editor : Noviani Dwi Putri

SWARAID – PALEMBANG, (25/11/20): Seorang ibu guru muda berinisial DC (25) yang diduga telah menjadi korban penganiayaan dari pacarnya sendiri yang berinisial AC (26) melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang.

Dari keterangan korban, kejadian yang menimpanya itu terjadi saat terlapor hendak mengantarnya pulang kerumahnya, di Jalan Kelompok Tani, Talang Jambe, Sukarami, Palembang, pada Minggu (22/11/2020) sekitar pukul 20.00 WIB.

Lalu kata korban, kejadian itu bermula saat diperjalanan terlapor mendapat telepon dari ibunya. Dimana saat itu, ponsel terlapor di pegang oleh korban.

“Iya karena masih diperjalanan diatas motor, saya pun menyarankan agar mengangkat telepon dari ibunya ini dirumah saya saja, karena tidak jauh lagi kami sampai dirumah saya.” Terang guru muda tersebut.

Namun ternyata saran dari korban tersebut tidak diterima terlapor. Sehingga terlapor langsung menghentikan motornya kemudian melakukan penganiayaan.

“Saya terkejut, dengan tangan kosong, ia memukul kearah dahi dan paha saya. Saya tidak bisa melawan dan hanya pasrah saja mendapat perlakuan ini.” Kata DR.

Diketahui, DR tidak terima menjadi korban penganiayaan, lalu wanita yang merupakan warga Talang Jambi, Sukarami ini didampingi pihak keluarga langsung mendatangi SPKT Polrestabes Palembang untuk membuat laporan kepolisian.

“Jujur saya sangat tidak terima dianiaya pelaku hingga saya alami sejumlah luka, saya harap pelaku bisa tertangkap dan bertanggung jawab atas ulahnya.” Tutup DR saat diwawancarai oleh para awak media setelah melapor di SPKT Polrestabes Palembang.

Sementara itu, Kasubbag Humas Polrestabes Palembang, AKP Irene turut membenarkan laporan korban yang berinisial DR (25) terkait penganiayaan yang dialaminya.

“Laporan korban sudah di terima anggota SPKT dengan nomor LPB/2463/XI/2020/SUMSEL/RESTABES/SPK dan akan ditindaklanjuti oleh Unit Reskrim Polrestabes Palembang.” Terang Irene.