oleh
Topik :

Sudah Transfer Uang, Tapi Video Vulgar Tetap Disebar

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :285 kali | Durasi baca : 2 Menit

SWARAID-PALEMBANG, (20/2/21): Seorang PNS wanita berinisial YL (48) warga Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang telah menjadi korban pemerasan.

Mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang, YL melaporkan bahwa dirinya telah menjadi korban pemerasan. Terlapor, yakni MD adalah pria yang dikenalnya lewat media sosial Facebook.

Dalam laporannya, Korban mengaku telah diancam akan disebarkan foto dan video vulgarnya.

Dari keterangan YL, kejadian yang menimpanya itu bermula dari perkenalannya di media sosial Facebook yang berujung dengan tukar nomor WA, pada (14/2/21) lalu dan saling berlanjut saling mengirim pesan melalui chat maupun video call.

Kemudian, pada (16/2/21) dua hari setelah itu sekitar pukul 11.00 WIB pelaku meminta dikirim uang kepada korban, apabila korban tidak mau menuruti permintaannya, maka pelaku mengancam akan menyebarkan video dan foto tidak senonoh milik korban.

Karena takut akhirnya korban menuruti permintaan pelaku dengan mentransfer uang sebesar Rp 1,2 juta.

Diketahui, hal yang dilakukan korban masih berujung apes, walaupun uang sudah ditransfer tetapi video dan foto tidak senonoh korban tetap disebar sebagian oleh pelaku di media sosial.

Baca Juga :  Uang 117 Juta di Dalam Mobil Raib Digondol Maling

“Saya sangat tidak terima perbuatan pelaku, makanya saya melapor kesini.” Ujar YL.

Lanjutnya, pelaku sendiri mendapat video dan foto tidak senonoh tersebut, pada saat dia menghubungi via video call WhatsApp.

“Memang kami sering melakukan video call, saat itu video call dimana saya habis bangun tidur jadi hanya mengenakan kain saja yang sedikit terbuka, lalu oleh pelaku di rekam dan di SS (screenshoot) nya saat itu.” Jelas YL.

Ia pula menjelaskan, bahwa terlapor¬† sudah dua kali melakukan video call dengannya, pertama tanggal 14 februari dan kedua tanggal 16 februari lalu, saya tidak sangka kalau akan dijadikannya modus pemerasan untuk memaksa saya mengirim uang dan bodohnya saya sempat mengirimkan uang kepadanya.” Tutup YL saat diwawancarai oleh para awak media usai melapor di SPKT Polrestabes Palembang.

Sementara itu, laporan sudah diterima di SPKT Polrestabes Palembang oleh anggota piket Unit III Panit III Ipda Hendra Suryanto dalam tindak pidana UU No 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik Pasal 27 (1) Jo Pasal 45 (1) dan atau Pasal 27 (4) Jo 45 (4) selanjutnya laporan korban akan diteruskan ke Unit Satreskrim untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

UMKM Kito - Solusi UMKM Go-Online

Komentar

Berita Lainya