Cuma kami berharap, yang punyo wewenang untuk ngurusi ini. Tolong diawasi jangan cuma di SPBU, tolong dicek pendistribusian ke daerah, terus cek jugo kalau ado pengoplosan
SWARAID, BANYUASIN: Setelah harga BBM ditetapkan resmi naik mulai Sabtu (3/9/22) oleh Presiden Joko Widodo, suara penolakan dari berbagai lapisan masyarakat santer mencuat.
Mulai dari aksi demonstrasi yang digelar mahasiswa, hingga hiruk pikuk protes yang dicurahkan di berbagai media sosial.
Tak hanya keberatan perihal harga, warga di Kecamatan Banyuasin II Kabupaten Banyuasin Sumsel pun mengeluh, pasalnya kualitas BBM yang mereka dapat tak sebanding dengan harga yang dibayarkan.
Kepada SWARAID, Adi (38) salah satu warga Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin mengeluhkan kualitas Pertalite yang ia beli di penjual eceran di wilayahnya.
“Minyak kotor, di motor sering ngadat-ngadat, khawatir rusak motor kami gara-gara minyak ini. Hargo minyak mahal, tapi kualitasnyo dak bagus.” Kata Adi, Kamis (8/9/22).
Dijelaskan Adi, Pertalite yang dijual para pengecer di sana berkisar Rp14 rb sampai Rp15 rb per liter.
Di tempat berbeda, salah seorang driver ojek berinisial MY (25) mengeluhkan hal yang sama.
“Parah, sudah harga mahal, minyak dak bagus pulo. Seharusnyo tu minimal seimbang lah, mahal tapi bagus.” Keluh MY.
Dikatakan MY, ia tak berani menduga kualitas minyak yang tidak baik tersebut merupakan ulah siapa.
“Cuma kami berharap, yang punyo wewenang untuk ngurusi ini. Tolong diawasi jangan cuma di SPBU, tolong dicek pendistribusian ke daerah, terus cek jugo kalau ado pengoplosan.” Harapnya.
Stok BBM di wilayah ini pun terpantau berkurang, dikeluhkan pedagang eceran mengalami kesulitan mendapatkan pasokan dan juga terkendala karena harga yang tinggi.
