SWARAID-JAKARTA, (16/01/2021): Setelah tiga hari berturut-turut gempa mengguncang Sulawesi Barat, pukul 16.26 WIB sore tadi, wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera diguncang gempa tektonik dengan magnitudo M 5,3. Lokasi tepatnya berada di laut pada jarak 145 Km arah selatan Kota Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, kedalaman 43 Km.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa bumi ini berjenus gempa dangkal. Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno Msi dikutip dari Liputan6.com menerangkan bahwa kondisi tersebut diakibatkan adanya aktivitas subdiksi. Meskipun gempa ini terjadi di laut, hasil permodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan sesar naik (thrust fault).” Terang Bambang.
Guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah; daerah Liwa, Pesawaran, Tanggamus, Bandar Lampung. Namun belum diketahui dampak kerusakan yang ditimbulkan gempa tersebut.
BMKG meminta masyarakat untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa dan menghimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah.”
