27 Juni 2022 - 12:47 WIB | Dibaca : 304 kali

Setelah ETLE, Kini Polisi Bisa Tilang Pengendara dengan Kamera Ponsel

Laporan :
Editor : Noviani Dwi Putri

Beberapa jenis pelanggaran yang dapat ditilang menggunakan ETLE Mobile di antaranya tidak menggunakan helm, tidak memakai helm, pemasangan pelat nomor polisi tidak sesuai aturan, dan beberapa pelanggaran kasat mata lainnya

SWARAID, JAKARTA: Setelah penerapan kamera ETLE, kini polisi dapat melakukan tilang dengan menggunakan kamera ponsel.

Dengan menggunakan aplikasi bernama Go-Sigap, teknologi ini kini digunakan Ditlantas Polda Jawa Tengah saat berpatroli.

Mengutip akun YouTube NTMC Channel, Kasigar Subdit Gakkum Ditlantas Polda Jateng Kompol Muhammad Adiel Aristo mengatakan program ETLE mobile tersebut dilakukan untuk menjangkau daerah-daerah yang belum terdapat kamera ETLE statis.

“Jadi di Jawa Tengah sekarang sudah menggunakan ETLE Mobile dengan alat khusus. Mekanismenya seperti ini, petugas Polantas sedang berpatroli berboncengan menggunakan sepeda motor. Petugas yang di belakang melakukan hunting pelanggaran lalu lintas dengan menggunakan alat khusus mobile Go-Sigap,” kata Aristo.

Aristo mengatakan hasil gambar pelanggaran itu nantinya secara otomatis akan langsung terkirim ke bagian back office yang berada di kantor Ditlantas Polda Jawa Tengah. Selanjutnya akan dilakukan validasi hasil penangkapan gambar pelanggaran tersebut.

Lalu, jika data-data sudah dilengkapi, petugas nantinya akan mencetak surat konfirmasi untuk dikirim melalui jasa kurir kepada pelanggar.

Baca Juga :  Sungguh Naas! Saat Hendak Pesan Ojol, Hp Dijambret

Pelanggar nantinya diminta untuk menghubungi nomor kontak call center yang tertera dalam surat konfirmasi tersebut untuk melakukan tanya jawab dan mekanisme penyelesaian tilang.

“Meminta untuk layanan penyelesaian tilang online. Kemudian mengirimkan KTP, kemudian mengirimkan SIM dan STNK kendaraan yang melanggar tersebut. Maka petugas yang ada di admin atau yang ada di back office membantu untuk membuat tilang online,” jelasnya.

Kemudian, setelah surat tilang diterbitkan, pelanggar nantinya diminta untuk membayar uang denda melalui BRIVA. Sementara, untuk nomor rekening sistem itu juga diberi tahu melalui kontak call center itu.

Pelanggar kemudian diharuskan membayar denda tersebut dan mengirimkan bukti pembayaran ke call center. Jika proses tersebut sudah dilakukan, maka penyelesaian tilang sudah dilakukan.

“Mulai dari awal ter-capture pelanggaran sampai dengan penyelesaian pelanggaran tilangnya tidak ada sentuhan secara langsung antara pelanggar dengan petugas Polantas di lapangan,” ujarnya.

Adapun beberapa jenis pelanggaran yang dapat ditilang menggunakan ETLE Mobile di antaranya tidak menggunakan helm, tidak memakai helm, pemasangan pelat nomor polisi tidak sesuai aturan, dan beberapa pelanggaran kasat mata lainnya.

Baca Juga :  Awal 2022 Tilang Elektronik Mulai Diberlakukan di Kota Palembang

Lebih lanjut, Aristo menyebut kini sudah ada 350 unit kamera ETLE mobile yang digunakan oleh Polda Jawa Tengah. Kamera itu tersebar di 35 Polres.

“Tidak semua personel Polantas bisa menggunakan aplikasi etle mobile ini. Hanya personel yang memiliki kualifikasi tertentu, antara lain memiliki SKEP penyidik, sudah pernah mengikuti dikjur (pendidikan kejuruan) bidang lalu lintas, sudah sarjana atau D3, juga personel tersebut bertugas minimal 4 tahun di fungsi lalu lintas,” katanya.

Sementara Kasubdit Dakgar Subdit Gakkum Korlantas Polri Kombes Made Agus mengatakan ETLE mobile ini juga sudah diterapkan di wilayah Samarinda, Kalimantan Timur.

Tindakan tilang ini bersifat tematik, di antaranya pelanggaran tidak pakai helm hingga melanggar parkir.

“Itu untuk pelanggaran-pelanggaran yang sifatnya tematik. Seperti tidak pakai helm, kemudian melanggar arus, kemudian juga ada yang melanggar parkir dan digunakan secara mobile untuk tempat-tempat yang tidak terjangkau oleh ETLE statis,” ujar Agus, dikutip detik.com.

Agus mengatakan ETLE mobile ini diterapkan di wilayah yang sudah memiliki standar dan izin dari Korlantas Polri. Dia menyebut ETLE mobile dikhususkan untuk wilayah-wilayah yang belum bisa terjangkau ETLE statis.

Baca Juga :  Jaringan Narkoba Antar Provinsi ? Polisi Tangkap 4 Pelaku di Tempat Terpisah

Sementara munculnya (tilang) handphone itu adalah riset dari wilayah-wilayah yang sudah memenuhi standar dan izin dari Korlantas Polri, sehingga bisa diterapkan terhadap daerah-daerah yang memang belum terjangkau ETLE statis,” katanya.

Lebih lanjut, Agus menegaskan masyarakat tidak diperkenankan untuk memfoto dugaan tindak pelanggaran lalu lintas. Sebab, hasil foto pelanggaran harus bisa dibuktikan di pengadilan.

“Kalau masyarakat juga nggak boleh, kan keabsahannya itu dari mana dapatnya. Karena ini kan harus dibuktikan di pengadilan bukti elektronik itu,” katanya.

Komentar