Meskipun saat ini kondisi sudah terbilang aman, namun kami tetap mengimbau kepada masyarakat supaya jangan dulu melakukan aktivitas di areal tersebut
SWARAID, OGAN ILIR: Lokasi semburan lumpur dan pasir di galian sumur bor di dekat Asrama Putri Sekolah IT Fitrah Indralaya sudah dicek oleh tim Health, Safety, Security, and Enviromental (HSSE) Zona 4 Pertamina Prabumulih, Minggu (25/9/22).
Diterangkan Heru Riswanto, perwakilan HSSE Zona 4 Pertamina Prabumulih, berdasarkan hasil pengukuran dan monitoring di lokasi, sudah tidak terbaca lagi gas mudah terbakar ataupun gas beracun dari alat detektor yang milik Pertamina
“Setelah semburan lumpur berhenti, kami langsung ukur dan ternyata Alhamdulillah sudah tidak terbaca lagi gas mudah terbakar maupun beracunnya,” kata Heru.
Heru pula menambahkan, pada saat terjadi semburan malam tadi, selain air dan lumpur memang sempat terdeteksi gas yang 100 persen mudah terbakar.
Namun, setelah diukur menggunakan alat pengukuran gas tidak ditemukan CO atau H2S atau gas yang sifatnya beracun.
“Meskipun saat ini kondisi sudah terbilang aman, namun kami tetap mengimbau kepada masyarakat supaya jangan dulu melakukan aktivitas di areal tersebut,” imbaunya.
Untuk memastikan lokasi semburan lumpur memang benar-benar aman untuk dilakukan aktivitas kembali, PT Pertamina akan melakukan observasi hingga dua hari ke depan. Setelah itu, akan dilakukan pula pengukuran kembali terhadap kandungan gas yang ada di lokasi tersebut.
Sebelumnya, Perwakilan SIT Menara Fitrah Indralaya, Abdal Mut’im menjelaskan, sekitar pukul 22.00 WIB malam tadi, kadar gas pada saat semburan lumpur sempat mencapai 51 persen. Lalu turun 12 persen sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.
“Lalu turun lagi di angka 7 persen sekitar pukul 02.00 WIB. Dan Alhamdulillah 0 persen saat menjelang adzan subuh,” ungkapnya
Mut’im juga menambahkan, bahwa saat ini semburan lumpur sudah berhenti total. Untuk selanjutnya, pihaknya menunggu arahan dari pihak Pemprov Sumsel, PT Pertamina dan pihak lainnya.
