oleh

Sambut Kedatangan Vaksin, IDI Palembang : Masyarakat Jangan Takut !

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :240 kali | Durasi baca : 3 Menit

SWARAID – PALEMBANG, (08/01/21): Kedatangan vaksin corona ke Indonesia mendapatkan respon baik dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Palembang sebagai senjata tambahan tenaga medis untuk melawan Covid-19, selain dari 3M dan 3T. Sebagaimana yang disampaikan Ketua IDI Palembang, dr. Zulkhair Ali, SpPD, KGH, FINASIM

“Dengan adanya vaksin ini maka tenaga medis kita semakin kuat dan daya tahan tubuh nya semakin meningkat,” ujarnya ketika dihubungi melalui sambungan telepon.

Zulkhair juga mengatakan, masyarakat harus jernih dalam menerima isu yang beredar mengenai efek samping vaksin virus corona tersebut,

“Sebenarnya semua vaksin itu akan memberikan efek samping. Akan tetapi, memberikan efek samping itu ada yang ringan dan berat. Sama seperti imunisasi anak-anak, mereka juga akan deman satu hari saat imunisasi dimasukan dalam tubuh mereka, dan jika efeknya besar maka BPOM akan memberhentikan peredaran. Isu itu belum ada, penelitian diluar pun cukup aman, kita tergantung BPOM, bukan tergantung dari berita-berita hoax itu,” tegasnya.

Selanjutnya Zulkhair menjelaskan yang mana apabila vaksin tersebut belum mendapat dapat izin dari BPOM maka semua pihak tidak dapat mengeluarkan izin penyebaran vaksin tersebut.

Baca Juga :  Harno: Seluruh Driver Tranportasi Umum Palembang Wajib Lulus Uji Kompetensi

“Kalau belum dapat izin dari BPOM, dari apapun dia, mau dari obat atau kesehatan tetap tidak boleh diedarkan dan dipakai,” imbuhnya.

Kemudian Zulkhair menjelaskan bahwa pemberian vaksin tersebut yang utama adalah kepada tenaga kesehatan seperti yang juga dilakukan negara-negara lain. Hal tersebut dikarenakan mereka sebagai garda terdepan dan paling banyak terpapar virus ini.

“Jika masyarakat tidak mau menerima vaksin iya tidak apa-apa. Akan tetapi, resikonya akan semakin besar dan berarti kita akan semakin terpuruk, jadi saran saya siapa pun orangnya berpikir yang jernih jangan terus berfikir negatif.”

Zulkhair juga berharap masyarakat dapat manfaatkan vaksin ini untuk melindungi diri dari covid dan harus yakin akan jaminan dari Pemerintah dan BPOM akan manfaat dan keamanan vaksin.

Salah satu Mahsiswi  semester VII Jurusan Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang, Febri Putri Lintang mengatakan, bahwa setiap vaksin itu akan ada efek samping yang diberikan. Akan tetapi, tidak membahayakan tergantung dengan individu masing-masing.

“Jadi kalau vaksin tersebut sudah masuk di tubuh manusia, akan ada beberapa reaksi yang ditimbulkan dari individu satu ke individu lainnya. Akan tetapi, reaksi tersebut akan berbeda-beda sesuai dengan individu. Bisa jadi reaksi yang A baik membentuk anti bodi dan pertahanan. Dan bisa jadi juga yang B dia menimbulkan reaksi elergi. Jadi setiap individu itu berbeda-beda,” jelasnya.

Baca Juga :  Raperda: Penambahan Modal Tirta Musi Senilai 800 Miliar

Menurutnya, kalau setengah masyarakat lebih menerima efek elergi dari pada respon baiknya, maka pihak kedokteran akan melakukan tes ulang terhadap vaksin tersebut.

“Jika masyarakat lebih banyak menerima efek elergi, maka akan dilakukan tes ulang, karena tidak mungkin dari pihak Kesehatan yang berkerjasama dengan Pemerintah ingin mencelakai atau membuat masyarakat terkena masalah, pasti pihak kesehatan ingin memberikan yang terbaik karena disumpah jabatan pasti akan memberikan hal yang terbaik untuk masyarakat.”

Febri juga menegaskan bahwa vaksin tersebut bukan sebagai penuntas semua penyakit corona. Akan tetapi, sebagai pencegah masyarakat dan tetap melaksanakan 3M.

“Vaksin itu hanya sebagai pencegah untuk lebih meningkatkan pertahanan tubuh kita dan tugas kita tetap memperhatikan 3M tersebut. Semoga vaksin ini setelah diuji klinis sudah aman dan efek sampingnya itu minimalisir agar dapat di salurkan keprioritas-prioritas tenaga medis tentunya karena mereka garda terdepan sehingga sangat beresiko berkerja dilapangan yang langsung bertemu pasien yang terpapar Covid-19,” tutupnya.

Sementara itu, salah satu warga Sukarami km 8 Palembang, Yuni Rahmawati mengatakan, ada rasa kekhawatiran. Akan tetapi, ia menyerahkan kepada Pemerintah yang pasti sudah melakukan uji coba terhadap vaksin tersebut.

Baca Juga :  Kasatresnarkoba Baru, Kompol Rivanda : Jauhi Narkoba Khususnya Generasi Muda!

“Kalau rasa takut itu ada, tapi saya percaya aja sama Pemerintah mengenai vaksin ini karena sebelum vaksin disebarkan sudah dilakukan uji lab terlebih dahulu,” ujarnya saat diwawancarai.
Yuni berharap, vaksin ini tidak diperjual belikan oleh Pemerintah, karena vaksin ini dibeli dari uang anggaran, seharusnya vaksin menjadi alternatif untuk upaya pencegaham Covid-19 dari pemerintah.

Komentar

Berita Lainya