15 November 2022 - 15:24 WIB | Dibaca : 1,496 kali

Ribuan Guru Se-Banyuasin Hadir Dalam Hut PGRI Ke -77 dan HGN 2022

Laporan : Maulana
Editor : Noviani Dwi Putri

SWARAID, BANYUASIN: Dalam rangka HUT Ke-77 dan Hari Guru Nasional (HGN) 2022, PGRI Kab. Banyuasin menggelar acara seminar pendidikan “Budaya Sekolah Nyaman Tanpa Bullying” di Graha Sedulang Setudung, Selasa (15/11/22).

Hadir dalam acara, Bupati Banyuasin, Wakil Bupati, FKPD, PLH Sekda, Staf Ahli, Staf Khusus, Kepala OPD, Ketua PGRI Sumsel beserta 1200 Anggota PGRI Kabupaten Banyuasin.

Ketua PGRI Kab. Banyuasin, Nasutman, S. Pd., M. Si menjelaskan pelaksanaan seminar pendidikan Kabupaten Banyuasin ini, merupakan rangkaian HUT dan HGN PGRI.

Kegiatan ini adalah jawaban dari PGRI Banyuasin atas ketidak hadiran PGRI Banyuasin dalam acara di Palembang beberapa waktu lalu.

“Pada hari ini akan terfokus menjadi 3 materi, pertama komitmen pemerintah daerah dalam program Banyuasin Cerdas dan Religius, kedua Budaya Sekolah Nyaman Tanpa Bullying, ketiga Pusat sumber belajar mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berkarakter.” kata Nasutman.

Dalam rangkaian seminar hari ini, Nasutman membeberkan bahwa materi tindakan perundungan di lingkungan sekolah menjadi fokus dalam pembahasan yang akan disampaikan oleh Akademisi, Prof. Dr. dr. Yuwono, M. Biomed pendiri sekolah alam sumsel.

Bullying merupakan hal yang harus dicegah, sebab tindakan seperti ini sangat berbahaya akibatnya bagi anak-anak sekolah.

“Untuk itu peran guru disekolah sangat diperlukan untuk mencegah dengan memberikan arahan dan pemahaman yang baik bagi murid-muridnya serta menjadi pengawas bagi mereka saat di lingkungan sekolah,” Ujarnya.

Sementara, Ketua PGRI Sumsel, Ahmad Zulinto, S.Pd., MM dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada Bupati Banyuasin atas perhatian dan dukungannya kepada organisasi PGRI, sehingga kegiatan yang berlangsung berjalan sesuai harapan.

“PGRI adalah organisasi non politik namun merupakan organisasi profesi, tidak ada larangan seorang guru menyalurkan aspirasinya kepada calon pemimpinnya, Kabupaten Banyuasin peringkat ke 4 dalam perhatiannya untuk dunia pendidikan,” kata Zulinto.

Lanjut dikatakan Zulinto, Bullying merupakan bukan hal yang baru, sejak dulu sudah ada. Bukan hanya anak-anak terkadang guru pun menjadi korban bullying.

“Anak ada UU perlindungan namun guru belum ada undang-undang perlindungan guru, dan sekarang bullying pun sudah merambah ke dunia digital yang disebut siber bullying yang terjadi pada media sosial,” ungkapnya.

Bupati Banyuasin, H. Askolani, SH., MH dalam arahannya mengatakan semoga acara ini berjalan sukses dan mendapatkan berkah dari Allah SWT. Dirinya mengungkapkan bahwa rangkaian acara ini sejalan dengan salah satu program unggulan Pemerintah Banyuasin yaitu program Banyuasin Cerdas.

“Pemerintah juga telah menggalakkan 12 gerakan yang salah satunya dalam dunia pendidikan yaitu SIMANIS (Sistem Membaca Dan Menulis), bagi kami hal-hal yang bersangkutan dengan dunia pendidikan sangat kami perhatikan dan kami kedepankan, untuk itu guru-guru harus disejahterahkan, karena mereka ini merupakan orang-orang yang berjasa dalam dunia pendidikan,” kata Askolani, singkat.