SWARAID, PALEMBANG : Restorasi Sungai Sekanak Lambidaro sepanjang 800 meter menggunakan dana anggaran APBN senilai Rp 42 miliar yang dikerjakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BBWSS) wilayah VIII berhasil dirampungkan pada akhir tahun 2021 lalu.
Pemerintah Kota Palembang akan segera melaunching destinasi wisata Sungai Sekanak Lambidaro akhir Januari ini, Pemkot rencananya akan mengadakan Festival Sungai selama dua hari.
“Festival Sungai Sekanak Lambidaro ini akan kita adakan di akhir Januari ini atau paling lambat awal februari. secara teknis akan kita tindak lanjuti masing-masing dinas tadi sudah dibagi mulai Dinas PUPR, PRKP, Kebudayaan, Pol PP akan bekerja secepatnya,” ungkap Walikota Palembang Harnojoyo, Kamis (13/1/22).
Walikota Palembang Harnojoyo berencana menjadikan bantaran Sungai Sekanak Lambidaro di Jalan Radial menjadi alun alun pendestarian yang sebelumnya berada di jalan protokol Sudirman.
“Jadi di situ nanti ekonomi akan tumbuh, dan yang paling penting bagi teman-teman komunitas kita yang selama ini berada di pedestarian Sudirman setiap Sabtu malam minggu nanti akan ada tempat kembali ya, di seputar Sekanak Lambidaro,” ungkapnya.
Kata Harno, Festival Sungai Sekanak Lambidaro akan diadakan disep anjang Sungai Sekanak, mulai dari Jembatan Karang hingga ke jembatan Palembang Indah Mall (PIM).
Menurutnya, pembangunan pedestarian Sungai Sekanak Lambidaro ini didedikasikan untuk masyarakat Palembang, selain itu ia berharap pejabat di kota Palembang dapat ikut aktif dalam melestarikan Sungai Sekanak Lambidaro yang merupakan salah satu anak Sungai Musi.
“Kita peruntukan kepada seluruh masyarakat Kota Palembang untuk dinikmati. Ini kan terus kita benahi, sehingga cita-cita kita ‘Venesia Tari Timur’ dapat terwujud,” ungkapnya.
Semantara itu, Kepala BBWSS Wilayah VIII, Maryadi menjelaskan, pembukaan Festival Sungai Sekanak Lambidaro akan dimulai dengan diturunkannya Forkopimda ke sungai dengan giat menabur benih ikan dan mengumpulkan sampah yang mengapung.
“Kita ingin mencontohkan kepada masyarakat bahwa yang kami lakukan ini adalah penanganan non struktural. Jadi kita mencontohkan para pejabat forkopimda nanti turun di sungai terus mengambil sampah-sampah. Lalu menebar benih ikan, kemudian ke atas naik kita menanam pohon,” beber Maryadi.
Selain itu, dalam festival yang diadakan selama dua hari ini, akan dimeriahkan dengan pentas seni tradisional, bahkan rencananya akan diadakan fashion show di atas air menggunakan perahu hias.
“Ada pameran kerajinan, pameran kuliner dari UMKM dan juga ada namanya fashion show di sungai. Nanti para bujang gadis dari 18 kecamatan itu akan fashion (show) di atas sungai menggunakan perahu hias.”
