23 Oktober 2021 - 13:32 WIB | Dibaca : 1,184 kali

RD Beberkan 6 Program Prioritas Pemkot Palembang Tahun Depan

Laporan : Diaz
Editor : Noviani Dwi Putri

SWARAID-PALEMBANG, (23/10/2021): Pemerintah Kota Palembang telah menyiapkan ‘ancang-ancang’ Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2022.

Sekretaris Daerah, Ratu Dewa membeberkan, untuk tahun depan, akan ada enam program prioritas yang disusun dan harus dijalankan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di tahun mendatang.

Menurut Ratu Dewa, baik RKPD maupun RJPMD diantaranya berupa pembangunan infrastruktur, pariwisata, olahraga, zona integritas, investasi dan ekonomi kreatif. Untuk itu, Ratu Dewa menekankan kepada seluruh OPD untuk kerja inovatif dan tetap selaras dengan RPJMD kota Palembang.

“Enam ini untuk program prioritas Pemkot Palembang di 2022. Kita tekankan dengan OPD harus linier RJPMD pusat, RKPD provinsi dengan RKPD kota harus sejalan, sehingga ini bisa dijawab ketika pertanggungjawaban 5 tahunan nanti,” katanya.

Namun ada pengecualian untuk pendidikan dan kesehatan. Dijelaskan Ratu Dewa, untuk keduanya telah diatur pada undang-undang dan wajib dijalankan oleh pemda dengan nilai syarat minimal 20 persen untuk pendidikan dan 10 persen untuk kesehatan.

Kata RD dalam perancangan program prioritas, diharapkan dapat mendorong indeks pembangunan manusia, dari yang tahun ini 78.3 persen, setidaknya tumbuh hingga 79.45 persen. Serta pada RAPBD 2022, Dewa menekankan dapat mengurangi angka kemiskinan di kota Palembang.

“Visi misi juga harus sejalan dengan provinsi dan pusat. Itu yang dikaji kemarin, maka setiap OPD tidak bisa lari dari program prioritas ini ke program-program baru,” katanya.

RD mencontohkan bila pada OPD dalam membuat program kegiatan hanya sifatnya pelatihan, sosialisasi, dan tidak ada inovasi, maka program tersebut bakal dihapus.

“Karena tidak sesuai dengan proyeksi untuk menjawab program 5 tahun Pemkot Palembang atau tidak sesuai RKPD,” katanya.

Terkait pendapatan kota Palembang, RD menerangkan masih di angka Rp860 miliar. Namun Walikota dan Banggar DPRD Kota Palembang menginginkan adanya kajian yang lebih komprehensif, walaupun BPPD Kota Palembang telah membentuk tim kecil yang melibatkan akademisi.

“Tetapi kita ingin pendapatan itu tetap meningkat. Apalagi kondisi covid kita sudah membaik, dengan kondisi sedikit melandai,” katanya.

Bahkan menurut Ratu Dewa, kondisi Covid-19 Palembang kian menunjukkan tren positif. Terlihat dengan jumlah konfirmasi positif yakni nol persen, 11 persen kasus aktif, nol persen kasus meninggal, BOR 5.54 persen, dan angka kesembuhan yang kian meningkat.

“Maka ada proyeksi ke depan pendapatan akan meningkat, tapi ini harus benar-benar terlibat dalam meningkatkannya, seperti pajak restoran, semua Aparatur Sipil Negara (ASN) jadi penggawas, tidak cukup hanya pasang taping box tapi diawasi benar-benar,” tegas RD.