Inklusi adalah sebuah pendekatan untuk membangun lingkungan yang terbuka untuk siapa saja dengan latar belakang dan kondisi yang berbeda-beda
SWARAID, BANYUASIN: Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Banyuasin menggelar pertemuan koordinasi untuk melakukan “Kick Off” program inklusi ‘Aisyiyah sekaligus melaksanakan kegiatan pelatihan kader dalam rangka memperkuat arah pembangunan daerah berspektif GEDSI (Gender, Disbilitas dan Inklusi Sosial).
Bertempat di Auditorium Pemkab Banyausin, hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Banyuasin, Asisten I, II & III, Staf Ahli, Staf Khusus, para Kepala OPD Pemkab Banyuasin, Camat, Kades dan Kepala Puskesmas Kabupaten Banyuasin, Rabu (28/9/22).
Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Banyuasin, Yasnaria dalam sambutannya mengatakan ‘Aisyiyah merupakan organisasi perempuan Muhammadiyah yang sejak didirikan selalu menggaungkan kesetaraan perempuan dan laki-laki.
Tak hanya itu, dirinya pun menyebutkan bahwa organisasi ini juga bergerak dibidang kesejahteraat masyarakat, ekonomi, kesehatan serta pendidikan.
“Kabupaten Banyuasin ini sangat beruntung, karena ada 5 provinsi yang dapat program inklusi ini, termasuk sumatera selatan yang mana ada 2 kabupaten/kota yang dapat, alhamdulillah yang pertama Lahat dan yang kedua Banyuasin,” kata Yasnaria.
“Sudah banyak program-program yang telah dijalankan oleh ‘Aisyiyah salah satunya program inklusi yang dilaunching pada hari ini, kami sangat berharap pemkab Banyuasin beserta dinas-dinas dapat mendukung dan bersinergi bersama kami,” tambahnya.
Sementara itu, PWA Sumsel Dra. Darmi Hartati, MM menyampaikan bahwa ‘Aisyiyah ini adalah organisasi moderat, bukan tabiatnya ‘Aisyiyah untuk turun kejalan, namun organisasi ini demokrasinya sangat tinggi.
Dirinya pun menjelaskan, fokus pergerakan organisasi dalam membantu pemerintah untuk mensejahterahkan masyarakat telah sejalan dengan program-program yang dilaksanakan oleh ‘Aisyiyah saat ini.
“Alhamdulillah hari ini kick off program inklusi ‘Aisyiyah terlaksana, dan untuk mendukung program tersebut kita juga akan melaksanakan pengkaderan, agar dalam menjalankan program kedepan nanti dapat berjalan maksimal,” ungkap Darmi.
Inklusi adalah sebuah pendekatan untuk membangun lingkungan yang terbuka untuk siapa saja dengan latar belakang dan kondisi yang berbeda-beda, oleh sebab program inklusi ini juga selain nanti mengintegrasikan dari semua dinas-dinas untuk kegiatan programnya, juga di ‘Aisyiyah sendiri akan mengintegrasikan dengan lintas majelisnya.
Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Rosida lebih dalam menjelaskan bahwa program inklusi ini merupakan program kemitraan Indonesia-Australia menuju masyarakat inklusif yang akan berkontribusi pada tujuan pembangunan yang lebih luas, yaitu tidak seorangpun tertinggal.
“Lebih banyak masyarakat marjinal berpartisipasi dan mendapatkan manfaat dari keputusan tentang pembangunan sosial-budaya, ekonomi dan politik Indonesia,” jelas Rosida.
“Ada 5 provinsi yang terpilih dalam program ini, diantaranya Kalsel, Sumsel (Banyuasin dan Lahat), Sulteng, Jabar, dan Jatim, dan untuk di banyuasin sendiri lokasinya ada di; Decamatan Suak Tapeh Desa Tanjung Laut, Meranti, Banyuasin III Desa Tanjung Kepayang, Desa Rimba Balai, Kecamatan Rantau Bayur, Desa Lebung, Desa Lubuk Rengas,” tambahnya menjelaskan.
Untuk itu Rosida berharap semoga dengan adanya program ini akan membawa Kabupaten Banyuasin menjadi lebih baik lagi.
“Dengan adanya program ini kami berharap tidak ada satupun elemen masyarakat yang tertinggal, dan terus mendorong kesetaraan perempuan,” tutupnya.
