9 Maret 2024 - 20:13 WIB | Dibaca : 770 kali

Pertahankan Kesenian Batang Hari Sembilan, Ali Goik Terus Kenalkan Seni Musik Daerah

Laporan : Tim Swara
Editor : Noviani Dwi Putri

Swara.id | Palembang – Dalam era modern yang semakin maju, seni dan budaya tetap memainkan peran penting dalam menghubungkan masa lalu dengan masa depan. Di tengah laju modernisasi yang mengubah banyak aspek kehidupan, seni musik daerah menjadi salah satu warisan yang harus dijaga dan dilestarikan.

Khususnya di Sumatera Selatan, musik daerah seperti Batang Hari Sembilan terus memancarkan pesonanya. Meskipun zaman terus berubah, generasi muda masih memperhatikan dan menghargai kekayaan budaya ini. Hal ini diungkapkan oleh Ali Goik, seorang seniman dan budayawan Sumatera Selatan yang telah berperan aktif dalam memperkenalkan seni musik daerah ini kepada masyarakat.

Batang Hari Sembilan, yang dikenal dengan irama musik petikan gitar tunggal, memiliki daya tarik tersendiri.

Musik ini sering menggambarkan nuansa romantik dan melankolis. Menurut Ali, bagi generasi penerus, belajar tentang warisan daerah ini adalah suatu kewajiban. Membuat lagu, membentuk komunitas, dan mempublikasikan jenis musik ini adalah cara yang efektif untuk memastikan bahwa seni musik daerah tetap hidup dan dicintai.

“Jangan ragu kita untuk tetap melestarikan irama Batang Hari Sembilan, karena ini adalah irama aseli Sumatera Selatan. Untuk generasi muda jangan malu untuk memainkan irama lagu ini dan membentuk komunitas, karena ini merupakan salah satu identitas Sumsel,” kata Ali, Jumat (8/3/24).

Untuk itu Ali berharap pemerintah daerah akan terus mendukung kegiatan seni budaya. Peran pemerintah dalam mempromosikan kesenian asli daerah sangat penting agar warisan budaya ini dapat terpelihara dan dikenal oleh dunia. Dengan kerjasama antara seniman, masyarakat, dan pemerintah, musik daerah seperti Batang Hari Sembilan akan terus berkumandang dan menghiasi perjalanan waktu. Tidak hanya itu, dirinya juga berharap agar pemerintah daerah selalu memberikan kesejahteraan kepada pelaku seni budaya di Sumatera Selatan.

“Seni musik adalah jendela ke dalam jiwa suatu budaya. Mari kita jaga dan lestarikan warisan ini agar tetap mengalir dalam setiap generasi.” tutupnya. (MLN)