17 Januari 2022 - 17:13 WIB | Dibaca : 1,344 kali

Penemuan 5 Nisan Kuno di Kawasan Pertokoan 16 Ilir; Akan Digali Lagi !

Laporan : Diaz
Editor : Noviani Dwi Putri

SWARAID, PALEMBANG: Pekerja PT Waskita menemukan 6 buah nisan kuno bertuliskan Arab Melayu saat melakukan penggalian saluran instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di kawasan pertokoan 16 Ilir Palembang, Kamis malam, (14/1/22) lalu.

Beberapa nisan yang sempat diangkat ke permukaan, lantas dikembalikan lagi oleh pekerja penggalian ke posisi semula.

Namun disayangkan, penemuan tersebut tidak segera dilaporkan kepada Pemerintah Kota Palembang atau Balai Arkeolog (Balar) Kota Palembang.

Dijelaskan, pada salah satu nisan yang ditemukan pada galian IPAL di kedalaman lebih kurang 3 meter, bertulisankan Arab Melayu atau aksara jawi yang berbunyi “Faqod Intiqolad Ila Rohmatullahil Abror Nyiaji Nadirah /Nadrah Binti Kiyai Abdul Aziz Falembani” yang artinya Telah Berpulang ke Rahmatullah Nyiaji Nadiroh Anak Kiyai Abdul Aziz orang Palembang.

“Memang ada nisan yang kita temukan di penggalian kita pembuatan IPAL, namun itu kita kembalikan lagi di asalnya. Karena kita takut menganggu sebab gak ada instruksi untuk diapakan nisan itu,” ungkap Manager Operasional Proyek IPAL PT Waskita Karya, Rizal.

Informasi penemuan 5 makam ini, baru dilaporkan setelah dua hari kemudian. Rizal mengatakan, lokasi penemuan batu nisan tersebut akan dibongkar kembali.

” Ya nanti malam sudah disetujui akan digali lagi sekitar jam delapan malam.”

Hal tersebut disampaikan Rizal usai rapat koordinasi antara PT Waskita karya, Tim ahli cagar budaya (TACB) Dinas Kebudayaan Provinsi Sumsel, Dinas Kebudayaan Kota Palembang, dan Balai Arkeolog Sumsel, terkait tindak lanjut dari penemuan nisan kuno tersebut, Senin pagi (17/1/22) di Kantor Disbud Kota Palembang.

Sementara itu dijelaskan Kadisbud Kota Palembang Agus Rizal, dari areal penemuan nisan kuno yang diduga peninggalan dari abad ke-19 tersebut merupakan kawasan bersejarah, pasalnya di kawasan pertokoan 16 Ilir tersebut juga di tempati peninggalan kerajaan Beringin Janggut.

“Pemerintah Kota sudah ada regulasi Perda Nomor 11 tahun 2012 Tentang Perlindungan Cagar Budaya, apabila menemukan benda bersejarah dalam 30 hari harus melaporkan ke Dinas Kebudayaan Kota Palembang atau instansi terkait, maupun kepolisian.”

Rencana penggalian kembali di lokasi penemuan nisan kuno tersebut, akan diteliti oleh tim ahli cagar budaya untuk memastikan penemuan tersebut berasal dari era siapa.

Selain itu disampaikan Agus sebelumnya dari pihak Dinas Kebudayaan sudah sempat turun ke lokasi melihat langsung, namun sayang saat tiba di lokasi titik penemuan nisan tersebut sudah ditimbun kembali pada Jumat siang (15/1/22).

“Waskita mungkin tidak mengetahui terkait regulasi tentang perlindungan cagar budaya, dan memang terjadi miskomunikasi antara kita dan tim Waskita, waktu kita jumat sempat turun ke lokasi,” jelas Agus Rizal.

Sementara itu, arkeolog Retno Purwanti dari Balai arkeologi Sumsel menyebutkan belum ada rencana untuk menjadikan area pertokoan 16 Ilir yang banyak ditemui benda-benda bersejarah sebagai kawasan bersejarah.

“Kalau untuk penetapan itu belum, karena itu tugas TACB Kota Palembang, karena itu tergantung juga dari data-data yang disiapkan tim pendataan dan tim teoritik, kawasan ini bisa ditetapkan atau tidak,” terangnya.

Ada dua teori indikator dari penemuan nisan kuno yang dinilai sebagai benda bersejarah tersebut, yang diduga merupakan bentuk nisan Demak.

Dengan penemuan itu ada potensi bahwa kawasan tersebut merupakan situs bersejarah, terlepas apakah nisan itu memang sudah ada di situ, atau proses transformasi (perpindahan).

“Kalau dilihat itu nisan Demak, sudah mulai digunakan di Palembang pada masa Gede Ing Suro sekitar awal abad ke-16, sementara kalau melihat inskripsi dari nisan yang pertama saya lihat dari abad itu.  Sementara untuk nisan berikutnya itu yang saya lihat sepertinya dari masa selanjutnya,” terang Retno kembali.

Manurutnya, dari video penemuan nisan tersebut, bentuk nisan tersebut sama dengan bentuk dari nisan kuno lain seperti yang ada di Sabokingking, Kebon Gede, Talang Kerangga.

“98 persen tipe nisannya sama dengan nisan-nisan yang ada di makam-makam kuno lainnya. Karena itu lokasi bekas keraton Beringin Janggut, kemungkinan ada. Tapi nanti kita lihat lagi lapisan tanahnya, apakah lapisan tanah asli atau timbunan.”