SWARAID, PALEMBANG: Diduga merampok pelanggan kencan, pasutri di kota Palembang dilaporkan korban ke Polsek Seberang Ulu II Palembang.
Pelanggan kencan yang dimaksud ialah pengguna aplikasi MiChat yang memesan jasa pelaku.
Usai dilaporkan, pasutri tersebut diringkus Unit Reskrim Polsek Seberang Ulu (SU) II Palembang.
Selain pasutri, ikut diamankan Ibrahim Fazlam (24) yang menjadi komplotan keduanya saat beraksi.
Saat diinterogasi, tersangka Akbar mengaku sengaja menyuruh istrinya melayani pria hidung belang dengan cara open BO aplikasi MiChat seharga Rp 400 ribu.
Aksi itu diketahui, di Jalan KI Anwar Mangku, Lorong Asli, Kelurahan Sentosa, Kecamatan SU II Palembang, Sabtu (18/02/23) sekitar pukul 02.30 WIB lalu.
Pelanggan yang menjadi korbannya berinisial RL (19), warga Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Sentosa Palembang.
Korban memesan melalui aplikasi MiChat, lalu korban bertemu dengan tersangka Mita di tempat kejadian perkara (TKP).
“Setelah korban di TKP, tiba-tiba tersangka Mita langsung mengunci pintu dan kemudian Mita menghubungi tersangka Ibrahim dan tersangka Akbar. Setiba di TKP keduanya berpura-pura menggerebek korban dan Mita,” kata Kapolsek SU II Palembang Kompol Handryanto didampingi Kanit Reskrim Iptu Andrian di Mapolsek, Senin (20/02/23).
Lanjut Handryanto, saat itu korban ketakutan dan dimanfaatkan kedua tersangka untuk memeras dan mengancam korban dengan menggunakan sebuah pisau. Lalu merampas satu unit handphone serta meminta uang Rp 2 juta.
“Korban akhirnya menyerahkan uang kepada tersangka Rp 1 juta, dengan total kerugian di tafsir Rp 9,5 juta dan korban melapor ke Polsek SU II Palembang,” ujar Handryanto.
Handryanto mengaku anggota Unit Reskrim melakukan penyelidikan laporan korban dan berhasil menangkap ketiga tersangka ini.
“Atas perbuatannya para tersangka kita kenakan Pasal 365 KUHP Jo Pasal 368 KUHP dengan ancaman lima tahun penjara,” ungkap Handryanto.
Untuk barang bukti (BB) yang diamankan yakni satu unit handphone merek Iphone 14 pro warna hijau, satu unit handphone merek OPPO A15 warna merah, Uang tunai sebesar Rp 900 ribu, dan satu buah pisau dapur bergagang kayu warna krem.
