Kamis, 16 September 2021 9:23 WIB

Menyibak Dugaan Kasus Korupsi Corporate Crime di BUMN; Peran Dewan Komisaris Vital

Oleh : | Editor : Noviani Dwi Putri
Dibaca :183 kali | Durasi baca : 2 Menit

SWARAID-PALEMBANG, (16/09/2021): Publik mungkin sudah tidak asing lagi dengan pemberitaan dugaan kasus korupsi di perusahaan BUMN.

Terbaru adalah dugaan kasus korupsi yang menerpa BUMN Perikanan Indonesia tentang pengelolaan keuangan yang saat ini berkasnya sedang ditangani oleh Kejagung. Juga dugaan kasus korupsi di PT. Pupuk Sriwijaya tentang potensi kerugian keuangan perusahaan terkait pupuk non subsidi dan pembangunan pabrik Pusri IIB yang saat ini sedang dalam proses penyidikan oleh Kejati Sumatera Selatan.

Pengamat BUMN Kiki Rizki Yoctavian ketika dimintai pendapatnya mengatakan, bahwa kasus-kasus fraud keuangan di perusahaan BUMN sangat mungkin terjadi.

“Ada 2 potensi yang menyebabkan terjadinya fraud yaitu ketidakpahaman tentang pengelolaan keuangan dan kelalaian pencatatan laporan keuangan. Dua potensi ini disebabkan oleh human error. Akan tetapi potensi yang paling berpengaruh yaitu watak korup oknum karyawan BUMN itu sendiri”, ujar aktivis 98 ini.

“Besar kemungkinan dugaan kasus korupsi yang merugikan keuangan perusahaan di PT. Pusri adalah tentang pencatatan administrasi dan pelaporan keuangan. Sebaiknya Dewan Komisaris melalui Komite Audit PT. Pusri meminta KAP (Kantor Akuntan Publik) yang ditunjuk perusahaan untuk melakukan audit tentang prosedur yang disepakati terhadap proyek pembangunan pabrik IIB. Apabila hasil audit telah keluar dan ditemukan potensi kerugian keuangan perusahaan maka bisa dilanjutkan dengan meminta BPK untuk melakukan audit menyeluruh. Hasil dari audit inilah yang dijadikan dasar untuk melakukan proses hukum”, terang Kiki yang merupakan mantan Komisaris PT. Semen Baturaja (Persero) Tbk periode 2015-2020.

Baca Juga :  BREAKING NEWS: Hapuskan UKT, Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang Kecam Pemukulan Mahasiswa Dikampus PGRI Palembang

“Di sinilah peran Dewan Komisaris yang harus cepat tanggap dalam menyerap informasi dalam melakukan pengawasan terhadap operasional perusahaan. Sedikitpun informasi tentang dugaan adanya fraud harus segera diselesaikan secara internal melalui peran perangkat Komite Audit. Lebih baik cepat tanggap dari pada dugaan potensi kerugian menjadi kenyataan. Bila ini terjadi mau tidak mau harus berhadapan dengan proses hukum yang tentunya akan menyita energi pengurus perseroan maupun keuangan perseroan. Ingat bahwa sekarang tanggung renteng antara Dewan Komisaris dan Direksi. Jadi tidak bisa seolah tidak tau atau tidak mau tau”, imbau aktivis PENA98 ini yang pernah menjabat sebagai Ketua Komite Manajamen Resiko di PT. Semen Baturaja.

Dapatkan update berita setiap hari dari SWARA.ID.
Mari gabung di sosmed SWARAID OFFICIAL untuk informasi terkini lainnya: https://linktr.ee/swaraidofficial dan Grup Telegram SWARAID OFFICIAL, caranya klik link https://t.me/swaraidofficial, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Komentar

Berita Lainya